Skripsi
Makna ekonomi kegiatan industri kerajinan kendang jimbe; (studi kasus pada masyarakat Kelurahan Tanggung Kecamatan Kepanjen Kidul Kota Blitar) / Fani Andi Nata
Abstrak
Pengembangan industri kerajinan bubut kayu membawa perubahan yang cukup besar terhadap para pengrajin dan para masyarakat luas dalam kehidupannya. Perubahan tersebut meliputi perubahan pada lapangan pekerjaan pada pendidikan dan peran serta wanita. Perekonomian masyarakat yang dulunya petani kini berubah pada hasil kerajinan yang mereka hasilkan. Perubahan yang terjadi tersebut terjadi pada peningkatan kesejahteraan masyarakat. Tujuan penelitian ini untuk mengetahui dan mengnalisis Makna Ekonomi Industri Kerajinan Kendang Jimbe Terhadap Masyarakat Kelurahan Tanggung Kecamatan Kepanjenkidul Kota Blitar. Penelitian ini menggunakan metode kualitatif deskriptif dengan pendekatan fenomenologi. Sumber data dalam penelitian ini menggunakan sumber data primer dan sekunder. Sumber data primer terdiri dari masyarakat Kelurahan Tanggung yang bekerja di kerajinan kendang sedangkan sumber data sekunder terdiri dari sumber bacaan dan sumber lainnya seperti artikel jurnal hingga dokumentasi resmi dari instansi pemerintah. Hasil penelitian yang diperoleh antara lain dengan adanya kerajinan kendang ini dampak ekonomi yang dirasakan (1) Tingkat pendapatan masyarakat yang bekerja di industri kerajinan kendang maupun pemilik usaha kerajinan kendang mengalami peningkatan di bandingkan dengan mata pencaharian sebelumnya karena dipengaruhi dengan keterbukaan lapangan pekerjaan di sekitar industri kerajinan kendang (2) Kegiatan Ekonomi pada Industri Kerajinan Kendang Jimbe berupa proses produksi distribusi sampai konsumsi. Dalam proses pembuatan kerajinan kendang jimbe dapat menghasilakan 1500-2000 kendang perbulan. Pembuatan kendang jimbe memerlukan bahan berupa kayu mahoni kulit kambing dan cat yang digunakan untuk menggambar motif pada kendang. Kebanyakan kendang jimbe ini dikirim ke luar negeri seperti Cina sedangkan untuk wilayah domestik seperti makam Blitar Bali Malang. Dalam pengelolaan usaha kerajinan industri kendang jimbe para pemilik usaha awalnya menggunakan modal sendiri namun untuk mengembangkan usahanya pemilik usaha melakukan pinjaman ke lembaga keuangan atau ke bank (3) Dengan adanya wisata makam Bung Karno menjadikan kendang jimbe sebagai ciri khas di Kota Blitar dan semakin dikenal oleh masyarakat luas. Pada tahun 2002 kendang jimbe mulai dikirim ke Bali sehingga menjadikan kendang jimbe semakin dikenal oleh wisatawan domestik bahkan sampai wisatawan asing dan menjadikan kendang jimbe sebagai salah satu barang yang banyak di ekspor ke Cina.