UPT Perpustakaan UM

  • Beranda
  • Informasi
  • Repository UM
  • SIPADU UM
  • OPAC SIPADU

Pencarian Spesifik

Pencarian berdasarkan :

SEMUA Pengarang Subjek ISBN/ISSN Pencarian Spesifik

Pencarian terakhir:

{{tmpObj[k].text}}
No image available for this title

Skripsi

Optimasi komposisi keratin dan selulosa terhadap karakteristik bioplastik berbasis hidrolisat keratin bulu ayam, selulosa mikrokristalin, gliserol, dan polivinil alkohol / Moch. Akbar Reno Marsasi

Marsasi, Moch. Akbar Reno - Nama Orang;

Abstrak
Bulu ayam selama ini hanya menjadi limbah biomassa yang kurang termanfaatkan dengan baik. Sementara itu bulu ayam memiliki kandungan protein keratin yang berpotensi besar untuk dimanfaatkan. Salah satu potensi besar keratin adalah pemanfaatannya sebagai material bioplastik sehubungan dengan kemampuan pembentukan filmnya yang bagus. Namun film keratin sebagai material tunggal bersifat rapuh dan lengket oleh karenanya diperlukan suatu material reinforcement yang dapat meningkatkan karakter film keratin. Studi sebelumnya telah menunjukkan bahwa selulosa memiliki kristalinitas tinggi dan penambahannya dalam bioplastik berbasis keratin/gliserol/polivinil alkohol (PVA) dapat meningkatkan kristalinitas serta kestabilan termalnya. Namun penelitian tersebut hanya terbatas pada satu jenis konsentrasi selulosa sebagai analisis komparatif. Maka dari itu dibutuhkan penelitian lebih lanjut untuk mengoptimasi penambahan selulosa yang baik untuk menghasilkan bioplastik dengan karakter yang bagus. Film bioplastik keratin bulu ayam/selulosa/gliserol disintesis dengan metode solution casting. Larutan keratin diperoleh dari hidrolisis asam bulu ayam sedangkan koloid selulosa diperoleh dari sonikasi selulosa mikrokristalin (Avicel PH101). Optimasi sintesis bioplastik dilakukan dengan melakukan variasi rasio keratin selulosa dengan massa total campuran massa gliserol dan massa PVA dibuat konstan. Parameter kondisi optimal ditentukan dari karakteristik terbaik yang meliputi tensile strength kestabilan termal dan degradabilitas. Analisis FT-IR juga dilakukan untuk konfirmasi eksistensi komponen serta memberikan petunjuk mengenai jenis interaksi yang terjadi. Hasil karakterisasi FTIR menunjukkan bahwa film bioplastik keratin/selulosa/gliserol/PVA hanya sebatas memberikan interaksi fisik antar komponennya yang mana lebih lemah dari ikatan kovalen. Tren penambahan konten selulosa dalam film bioplastik keratin/selulosa/PVA/gliserol menyebabkan bertambahnya nilai tensile strength waktu degradasi dan kestabilan termalnya (hingga suhu sekitar 325 deg C). Hal ini disebabkan oleh kontribusi sifat kristalinitas dan hidrofibisitas selulosa pada film bioplastik tersebut sehingga membuatnya lebih kuat lebih sulit untuk didegradasi secara fisik (di tanah) maupun didekomposisi secara termal.


Informasi Detail
DDC
Rs 620.11233 MAR o
Prodi
Universitas Negeri Malang. Program Studi Kimia, 2020.
Deskripsi Fisik
ix, 54 lembar: ill., tab. ; 30 cm
Bahasa
Indonesia
No Reg
01536/KI/21
Edisi
Skripsi (Sarjana)--Universitas Negeri Malang. 2020
Subjek
1. BIOPLASTIK
2. BIOPLASTIC

Pembimbing
1. Suharti
Lampiran Berkas
You must be logged in to get fulltext


UPT Perpustakaan UM
  • Berita

Tentang Kami

TIM IT Perpustakaan 2023

Cari

masukkan satu atau lebih kata kunci dari judul, pengarang, atau subjek

Donasi untuk SLiMS

Pilih subjek yang menarik bagi Anda
  • Karya Umum
  • Filsafat
  • Agama
  • Ilmu-ilmu Sosial
  • Bahasa
  • Ilmu-ilmu Murni
  • Ilmu-ilmu Terapan
  • Kesenian, Hiburan, dan Olahraga
  • Kesusastraan
  • Geografi dan Sejarah
Icons made by Freepik from www.flaticon.com
Pencarian Spesifik