Skripsi
Penerapan model pembelajaran project based learning (PjBL) untuk meningkatkan kemampuan berpikir kreatif pada mata pelajaran geografi materi dinamika penduduk di kelas XI IPS 1 SMAn 6 Malang / Nastiti Kusuma Ningrum
Abstrak
Ningrum Nastiti Kusuma. 2020. Penerapan Model Pembelajaran Project Based Learning (PjBLl) Untuk Meningkatkan Kemampuan Berpikir Kreatif Pada Mata Pelajaran Geografi Materi Dinamika Penduduk Di Kelas XI IPS 1 SMAN 6 Malang. Jurusan Geografi. Fakultas Ilmu Sosial. Universitas Negeri Malang. Pembimbing (1) Ardyanto Tanjung S.Pd M.Pd (2) Nailul Insani S.Pd M.Sc. Kata Kunci project based learning kemampuan berpikir kreatif scrapbook. Masalah dalam penelitian ini adalah kurangnya kemampuan berpikir kreatif siswa. Hal tersebut diakibatkan karena kurangnya kemampuan siswa dalam memikirkan solusi untuk memecahkan suatu masalah dengan cara-cara yang baru dan unik. Selanjutnya kurangnya kemampuan kolaboratif siswa juga memengaruhi kemampuan berpikir kreatif siswa sudah terbiasa untuk mencari jawaban dari sumber internet tanpa tahu apakah sumber tersebut sudah tepat atau belum. Selain itu guru yang belum menanamkan dan membiasakan siswa dalam berpikir kreatif dan juga masih menerapkan model pembelajaran konvensional sehingga kurang cocok jika digunakan pada kurikulum saat ini. Fasilitas juga memengaruhi kemampuan berpikir kreatif kurangnya fasilitas yang memadai seperti tidak adanya buku LKS membuat siswa hanya dapat mencatat dari apa yang diterangkan oleh guru. Penelitian ini bertujuan untuk meningkatkan kemampuan berpikir kreatif siswa denga bantuan salah satu model pemebalajaran yaitu Project Based Learning (PjBL) dengan bantuan salah satu media yaitu scrapbook.Teknik pengumpulan data pada penelitian ini menggunakan observasi yang dilakukan pada saat Kuliah Praktik Lapangan (KPL) tes kemampuan berpikir kreatif dan dokumentasi kegiatan siswa. Kelas yang dijadikan subyek pada penelitian ini adalah kelas XI IPS SMAN 6 Malang dengan jumlah siswa sebanyak 33 siswa. Teknik pengumpulan data pada penelitian ini menggunakan observasi catatan lapangan dan juga tes. Penelitian ini dilakukan dengan menggunakan prosedur pelaksanaan tindakan kelas dengan dua siklus dan refleksi pada setiap akhir siklusnya. Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa terdapat peningkatan kemampuan berpikir kreatif setelah adanya penerapan model pembelajaran PjBL. Hal tersebut dapat diketahi dari nilai tes kemampuan berpikir kreatif sebanyak lima butir soal yang diberikan setiap akhir siklus. Pada siklus pertama rata-rata nilai yang diperoleh adalah 68 03 dengan kualifikasi cukup dan pada siklus kedua adalah 82 12 dengan kualifikasi baik. Dengan demikian terdapat peningkatan kemampuan berpikir kreatif siswa sebesar 14 09 atau 20 71%.