Tugas Akhir
Perancangan animasi 2D tentang tata cara ibadah haji / Annisa Salsabila Barka
Abstrak
ABSTRAK Barka Annisa Salsabila 2019. Perancangan Animasi 2D tentang Tata Cara Ibadah Haji. Tugas Akhir Jurusan Seni Desain Fakultas Satra Universitas Negeri Malang. Pembimbing (I) Joko Samodra S.Kom. M.T. (II) Dimas Rifqi Novica S.Sn M.Ds Kata Kunci Media Animasi 2d Ibadah Haji Ibadah Haji merupakan salah satu kegiatan ibadah penting bagi umat Islam. Ibadah haji merupakan salah satu rukun Islam kelima sekali seumur hidup. Ibadah yang dilakukan di Tanah Suci Mekkah dan Madinah ini menjadi paripurna dari keislaman seorang muslim. Tata cara ibadah haji merupakan salah satu hal penting yang harus dipahami oleh calon jamaah haji. Jika proses ibadah haji tidak dilakukan dengan benar dan salah satu dari rukunnya terabaikan maka ibadah hajinya dianggap tidak sah. Menurut data dari Kemenag RI (2016) usia 51 hingga 60 tahun mendominasi usia jamaah haji Indonesia. Bagi calon jamaah haji yang berusia diatas 50 tahun pelaksanaan praktek tata cara ibadah haji yang diadakan oleh jasa travel haji dirasa kurang cukup untuk bisa memahami tata cara ibadah haji karena hanya dilakukan satu kali. Perlu ada cara atau media lain agar informasi tentang tata cara ibadah haji bisa dipahami oleh calon jamaah haji yaitu dengan perancangan animasi 2d tentang tata cara ibadah haji. Model perancangan Animasi 2D menurut buku dari Kementrian Pendidikan dan Kebudayaan Republik Indonesia yang berjudul Animasi 2D 1 tahapan pembuatan animasi dimulai dari Pra-produksi (konsep skenario pembentukan karakter storyboard dubbing awal musik dan sound FX). Selanjutnya proses Produksi (lay out key motion in between Background scanning dan pewarnaan). Proses terakhir adalah Postproduksi (composite editing rendering pemindahan film kedalam berbagai media. Perancangan tersebut menghasilkan sebuah video animasi 2d tentang tata cara ibadah haji dengan durasi 6 menit 30 detik yang kemudian diunggah di Youtube agar mudah dicari dan ditonton audien. Video tersebut dibuat agar calon jamaah haji mempunyai alternatif sumber lain ketika calon jamaah haji kurang paham dengan tata cara ibadah haji yang dipraktekkan jasa travel haji dan kurang nyaman jika membaca buku akibat mengalami gangguan penglihatan.