UPT Perpustakaan UM

  • Beranda
  • Informasi
  • Repository UM
  • SIPADU UM
  • OPAC SIPADU

Pencarian Spesifik

Pencarian berdasarkan :

SEMUA Pengarang Subjek ISBN/ISSN Pencarian Spesifik

Pencarian terakhir:

{{tmpObj[k].text}}
No image available for this title

Tesis

Analisis kesalahan konsep jenis-jenis entalpi reaksi standar berdasarkan atribut konsep dan indeks kesukaran konsep pada siswa SMA dengan kemampuan berfikir ilmiah yang berbeda/ Yuniar Wijayanti Wikaton

Wikaton, Yuniar Wijayanti - Nama Orang;

Abstrak
Termokimia merupakan salah satu topik kimia yang dianggap sulit oleh siswa. Kesulitan tersebut sebanding dengan kompleksitas dari karakteristik materi termokimia itu sendiri. Karakteristik termokimia yaitu (1) memiliki konsep konkrit yang bersifat faktual (2) menggabungkan pemahaman konseptual yang bersifat abstrak dengan pemahaman algoritmik (3) pemahaman terhadap topik termokimia secara komprehensif melibatkan pemahaman multirepresentasi kimia yaitu representasi makroskopik submikroskopik dan simbolik. Berdasarkan karakteristik tersebut termokimia banyak melibatkan konsep-konsep yang harus dikuasai untuk mempelajari topik selanjutnya seperti Termodinamika sehingga untuk memahami topik termokimia membutuhkan kemampuan pemahaman konsep. Konsep penting dalam termokimia yang harus dipelajari oleh siswa yakni mengenai definisi jenis-jenis entalpi reaksi. Konsep jenis-jenis entalpi reaksi yang dipelajari siswa SMA diantaranya adalah (1) entalpi pembentukan standar (2) entalpi pembakaran standar (3) entalpi penguraian standar dan (4) entalpi pelarutan standar. Pemahaman siswa terhadap suatu konsep dapat dianalisis dengan memperhatikan beberapa kriteria salah satunya adalah atribut konsep. Atribut konsep terbagi menjadi dua yaitu atribut kritis dan atribut variabel. Masing-masing konsep memiliki atribut kritis dan variabel yang mendefinisikan konsep tersebut. Apabila salah satu atribut tidak terpenuhi maka akan memberikan makna yang salah sehingga definisi konsep juga dianggap salah. Siswa yang konsisten memberikan definisi yang salah dapat dianggap bahwa siswa tersebut mengalami kesalahan konsep. Semakin banyak atribut kritis dan variabel yang dimiliki oleh suatu konsep maka diperkirakan semakin banyak kesalahan konsep yang dialami siswa. Kesalahan konsep juga dapat teridentifikasi dengan menggunakan soal yang memiliki indeks kesukaran yang berbeda. Kesalahan konsep yang dialami oleh siswa berhubungan dengan kemampuan berpikir (intelek) siswa. Siswa yang memiliki kemampuan berpikir ilmiah yang rendah cenderung lebih mudah mengalami kesulitan dalam memahami konsep yang akan dipelajari sehingga memungkinkan terjadinya kesalahan konsep. Dengan demikian dapat diduga bahwa siswa dengan kemampuan berpikir ilmiah lebih tinggi akan lebih mudah mengeliminasi kesalahan konsep yang terjadi dibandingkan dengan siswa yang memiliki kemampuan berpikir ilmiah lebih rendah sehingga jumlah kesalahan konsep yang dialaminya lebih sedikit. Kemampuan siswa dalam memahami suatu konsep dapat diidentifikasi dengan melihat apakah jawaban siswa konsisten benar atau salah pada beberapa pertanyaan dengan konsep yang sama. Tes diagnostik two-tier yang terdiri dari beberapa pertanyaan yang memiliki konsep sama dengan konteks yang sama pula dinilai efektif untuk mengetahui pemahaman siswa serta identifikasi kesalahan konsep. Tujuan penelitian ini adalah (1) Mendeskripsikan kesalahan konsep jenis-jenis entalpi reaksi standar berdasarkan atribut konsep (2) Mendeskripsikan kesalahan konsep jenis-jenis entalpi reaksi standar berdasarkan indeks kesukaran konsep (3) Mendeskripsikan hubungan kesalahan konsep yang dialami siswa dengan tingkat kemampuan berpikir ilmiah yang berbeda. Penelitian ini merupakan penelitian deskriptif. Subjek penelitian yaitu seluruh siswa kelas XI MIPA tahun ajaran 2018/2019 dengan total 75 siswa yang tersebar dalam 3 kelas homogen yakni kelas XI MIPA 1 XI MIPA 2 dan XI MIPA 3 dengan rentang usia 16-17 tahun. Instrumen yang digunakan yaitu tes konsepsi jenis-jenis entalpi reaksi standar yang dikembangkan oleh peniliti dan Classroom Test of Scientific Reasoning (CTSR) yang mengadopsi dari Lawson versi terjemahan bahasa Indonesia. Tes konsepsi terdiri dari 16 butir soal yang dibagi menjadi 4 konsep. Instrumen tes konsepsi memiliki validitas isi sebesar 86 56% dengan kategori sangat tinggi dan koefisien reliabilitas Alpha Cronbach sebesar 0 869 dengan kategori sangat tinggi. Hasil penelitian menunjukkan bahwa (1) Semakin banyak atribut kritis dan variabel yang dimiliki oleh suatu konsep maka kecenderungan kesalahan konsep yang dialami siswa akan semakin besar (2) Kesalahan konsep dapat teridentifikasi dengan soal yang memiliki indeks kesukaran rendah maupun dengan soal yang memiliki indeks kesukaran lebih tinggi. Semakin tinggi indeks kesukaran soal maka kecenderungan siswa yang mengalami kesalahan konsep semakin banyak (3) Siswa yang memiliki kemampuan berpikir ilmiah lebih tinggi cenderung mengalami kesalahan konsep lebih sedikit dibandingkan dengan siswa dengan kemampuan berpikir ilmiah lebih rendah.


Informasi Detail
DDC
Rt 541.369076 WIK a
Prodi
Universitas Negeri Malang. Program Studi Pendidikan Kimia, 2020.
Deskripsi Fisik
xv, 126 lembar: ill., tab.; 30 cm
Bahasa
Indonesia
No Reg
01767/KI/21
Edisi
Tesis (Pascasarjana)--Universitas Negeri Malang. 2020
Subjek
1. TERMOKIMIA - BERPIKIR, KEMAMPUAN
2. TERMOKIMIA - ENTALPI

Pembimbing
1. Effendy; 2. Suharti
Lampiran Berkas
You must be logged in to get fulltext


UPT Perpustakaan UM
  • Berita

Tentang Kami

TIM IT Perpustakaan 2023

Cari

masukkan satu atau lebih kata kunci dari judul, pengarang, atau subjek

Donasi untuk SLiMS

Pilih subjek yang menarik bagi Anda
  • Karya Umum
  • Filsafat
  • Agama
  • Ilmu-ilmu Sosial
  • Bahasa
  • Ilmu-ilmu Murni
  • Ilmu-ilmu Terapan
  • Kesenian, Hiburan, dan Olahraga
  • Kesusastraan
  • Geografi dan Sejarah
Icons made by Freepik from www.flaticon.com
Pencarian Spesifik