UPT Perpustakaan UM

  • Beranda
  • Informasi
  • Repository UM
  • SIPADU UM
  • OPAC SIPADU

Pencarian Spesifik

Pencarian berdasarkan :

SEMUA Pengarang Subjek ISBN/ISSN Pencarian Spesifik

Pencarian terakhir:

{{tmpObj[k].text}}
No image available for this title

Disertasi

Manajemen sekolah berbasis multikulturalisme dalam menanamkan nilai-nilai karakter ( Studi multikasus pada tiga sekolah multikultural di malang raya)/ Aan Fardani Ubaidillah

Ubaidillah, Aan Fardani - Nama Orang;

Abstrak
Indonesia telah lama dikenal sebagai negara majemuk terbesar di dunia. Dalam perspektif horizontal kemajemukan Indonesia tersusun atas keragaman agama etnis bahasa daerah geografis pakaian makanan dan budaya. Sementara dalam perspektif vertikal kemajemukan bangsa Indonesia dapat dilihat dari perbedaan tingkat pendidikan ekonomi pemukiman pekerjaan dan tingkat sosial budaya. Selain menjadi kekuatan kemajemukan ini juga menyimpan berbagai potensi konflik baik yang bersifat vertikal maupun horizontal sebagaimana yang acapkali mengemuka dewasa ini. Hal ini mengisyaratkan perlunya diadakan suatu penelitian yang kontributif untuk menemukan sistem pendidikan karakter yang mampu membentuk manusia-manusia Indonesia yang ldquo Pancasilais rdquo yang mampu memegang teguh semboyan Bhinneka Tunggal Ika sebagai pegangan hidup di tengah-tengah struktur sosial masyarakat Indonesia yang multikultural. Sekolah dalam hal ini menempati kedudukan strategis yang idealnya dapat mewujudkan sistem pendidikan karakter tersebut melalui sebuah model manajemen sekolah yang berbasiskan pada multikulturalisme yaitu SMA Negeri Taruna Nala Jawa Timur di Kota Malang SMA Selamat Pagi Indonesia di Kota Batu dan SMP Tazkia International Islamic Boarding School di Kabupaten Malang. Untuk menemukan model manajemen sekolah berbasis multikulturalisme yang direkonstruksi dari ketiga sekolah sebagaimana dimaksud penelitian ini difokuskan pada empat hal (1) ideologi multikulturalisme di sekolah berbasis multikulturalisme (2) nilai-nilai karakter khas yang ditanamkan di sekolah berbasis multikulturalisme (3) manajemen budaya pembelajaran berbasis multikulturalisme dalam menanamkan nilai-nilai karakter dan (4) manajemen lingkungan pembelajaran berbasis multikulturalisme dalam menanamkan nilai-nilai karakter. Rancangan penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif dengan metode studi multikasus. Pengumpulan data dilakukan dengan mawancara mendalam observasi partisipan dan studi dokumenter semi terbuka sedangkan informan ditentukan melalui teknik purposive sampling dan snowball sampling. Analisis data dalam penelitian ini dilakukan melalui prosedur analisis yang mengadopsi model interaktif Miles Hubberman dan Saldana untuk analisis kasus tunggal selanjutnya teknik analisis komparatif konstan dari Bogdan dan Biklen serta Yin digunakan untuk analisis data lintas kasus. Ada empat temuan yang dihasilkan dalam penelitian ini. Pertama ideologi sekolah berbasis multikulturalisme diteguhkan dari proses ideologisasi yang diawali dari tahapan akomodasi karakteristik kultur vertikal dan kultur horizontal. Karakteristik kultur vertikal memuat himpunan kemajemukan bertingkat terdiri dari tingkatan bakat dan kecerdasan latar belakang ekonomi dan pendidikan. Karakteristik kultur horizontal terdiri dari kemajemukan ras etnis suku bahasa budaya agama sektarian/golongan mazhab dalam agama Islam yang dianut orang tua bentuk minat-bakat dan bentuk kecerdasan. Akomodasi ini adalah sebuah upaya untuk mengkontekstualisasikan realitas multikultural di lingkungan eksternal sekolah menuju strukturisasi sosial dalam lingkungan internal sekolah. Proses tersebut menghasilkan luaran berupa realitas multikultural di dalam sekolah mengantarkan bentuk sekolah menjadi sekolah multikultural. Ideologi multikulturalisme selanjutnya diteguhkan dalam pilihan sekolah untuk menjadikan realitas multikultural tersebut sebagai paradigma dalam proses manajemen sekolah pada berbagai tingkatan manajerial dan bidang manajemen sekolah di dalamnya. Paradigma ini memuat sistem keyakinan kesadaran pemahaman penerimaan pengakuan dan penghormatan yang akomodatif berbagai perbedaan yang memuat tiga klaster ideologis yakni (1) Open System berkultur Ketarunaan (2) Indonesia Kecil-Transformer Center dan (3) Madu Peradaban. Pada temuan kedua ideologi multikulturalisme yang telah diteguhkan menjadi basis dalam strukturisasi nilai-nilai karakter khas yang menempatkan profil manusia Indonesia yang paripurna/insan kamil sebagai capaian tertinggi (outcome) proses pendidikan. Profil ini memuat nilai karakter multikulturalis sebagai karakter inti yang di dalamnya memuat dua nilai karakter yakni karakter kebangsaan (manusia bangsa) dan karakter keagamaan (manusia agama). Masing-masing dari kedua karakter dasar tersebut terdiri dari tiga dimensi yakni (1) dimensi intelektual (2) dimensi mental-kejiwaan dan (3) dimensi fisik-aksi. Hal ini sekaligus meneguhkan temuan bahwa nilai karakter tidak semata wilayah afeksi ia juga beririsan dengan domain kognisi dan psikomotor. Ketiga manajemen budaya pembelajaran sebagai proses inti penanaman nilai-nilai karakter diwujudkan dalam bentuk pemberdayaan segenap komponen akademik yang dibutuhkan untuk menyelenggarakan program pendidikan pembelajaran dan internalisasi nilai-nilai karakter yang berbasiskan pada pemahaman kesadaran dan rasa penerimaan terhadap perbedaan-perbedaan horizontal maupun vertikal di antara seluruh komponen sekolah. Proses ini menghasilkan konstruksi manajemen budaya pembelajaran. Muatannya terdiri dari dua komponen inti proses akademik untuk menanamkan nilai-nilai karakter multikulturalis yakni desain kurikulum multikultural dan desain pembelajaran multikultural. Keempat implementasi budaya pembelajaran didukung oleh konstruksi lingkungan pembelajaran yang proses tatakelolanya juga dilandasi oleh ideologi multikulturalisme. Konstruksi lingkungan pembelajaran ini adalah satu kesatuan sistem integral guna menjamin tersedianya layanan pendukung budaya pembelajaran yang memadai dan relevan dengan kebutuhan internalisasi nilai-nilai karakter bagi peserta didik yang majemuk. Elemennya mencakup perpaduan antara sumber daya yang sifatnya tak berwujud (terdiri dari (1) kebijakan penetapan kuota peserta didik multikultural (2) kebijakan dan program seleksi peserta didik multikutural (3) program orientasi multikulturalisme dan (4) program-program penguatan karakter) dan sumber daya yang sifatnya berwujud (terdiri dari (1) penyiapan sumber daya manusia multikultural dan (2) rekayasa fisik).


Informasi Detail
DDC
Rd 371.2 UBA m
Prodi
Universitas Negeri Malang. Program Studi Manajemen Pendidikan, 2020.
Deskripsi Fisik
xxii, 599 lembar: ill., tab.; 30 cm
Bahasa
Indonesia
No Reg
01745/KI/21
Edisi
Disertasi (Pascasarjana)--Universitas Negeri Malang. 2020
Subjek
1. MANAJEMEN SEKOLAH - MULTIKULTURALISME
2. NILAI-NILAI KARAKTER
3. SCHOOL MANAGEMENT - MULTICULTURALISM

Pembimbing
1. Ibrahim Bafadal; 2. Nurul Ulfatin; 3. Achmad Supriyanto
Lampiran Berkas
You must be logged in to get fulltext


UPT Perpustakaan UM
  • Berita

Tentang Kami

TIM IT Perpustakaan 2023

Cari

masukkan satu atau lebih kata kunci dari judul, pengarang, atau subjek

Donasi untuk SLiMS

Pilih subjek yang menarik bagi Anda
  • Karya Umum
  • Filsafat
  • Agama
  • Ilmu-ilmu Sosial
  • Bahasa
  • Ilmu-ilmu Murni
  • Ilmu-ilmu Terapan
  • Kesenian, Hiburan, dan Olahraga
  • Kesusastraan
  • Geografi dan Sejarah
Icons made by Freepik from www.flaticon.com
Pencarian Spesifik