Disertasi
Strategi Pembelajaran Karakter di MTs Islamic Boarding School Jember/ Nurul Anam
Abstrak
Di dalam pembelajaran pengembangan potensi pada ranah pembentukan sikap mengalami problem yang mengkhawatirkan. Krisis karakter sangat massif karena angka kasusnya semakin banyak. Salah satu satu cara untuk mengatasinya adalah mengoptimalkan strategi pembelajaran karakter di sekolah. Salah satu lembaga pendidikan yang sudah menerapkan pembelajaran karakter adalah di MTs Al-Qodiri I dan Nuris 1 Jember. Kedua lembaga tersebut melaksanakan pembelajaran karakter dengan berbagai strategi pembelajaran yang memiliki ciri khas atau keunikan tersendiri dan tersistem dengan pola Islamic Boarding School sehingga kedua lembaga tersebut dapat menjadi salah lembaga alternatif dan percontohan untuk menerapkan strategi pembelajaran karakter yang maksimal. Penelitian ini bertujuan untuk mendiskripsikan strategi pembelajaran karakter di MTsIslamic Boarding School Jember. Untuk mewujudkan tujuan tersebut penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif dengan jenis penelitian multisitus. Penentuan informannya menggunakan tehnik purpossive sampling. Teknik pengumpulan datanya menggunakan wawancara pengamatan dan dokumentasi. Teknik analisa datanya dilakukan secara individual case (reduksi display danverifikasi data) data cross situs analysis. Pengecekan keabsahan data menggunakan kredibilitas transferabilitas dependabilitas dan konfirmabilitas. Hasil penelitian menunjukkan pertama isi/materi pembelajaran karakter di MTs Islamic Boarding School dipilih dari buku yang ada di dalam kurikulum kolaboratif (kurikulum formal dan pesantren) dan diorganisir dengan model elaboratif maka hasil pembelajaran karakter dapat meningkat.Salah satuisi/materi ciri khas MTs tersebuta dalah nilai-nilai karakter yang bersumber dari ajaran sufistik. Kedua supaya perolehan pembelajaran karakter meningkat maka penyampaian pembelajarannya menggunakan berbagai media pembelajaran (orang pesan bahan alat teknik dan lattar) dan bentuk-bentuk pembelajaran (klasikal mandiri dan kelompok) yang digunakan secara variatif dan kolaboratif. Guru sebagai media berperan sebagai manajer desainer pengajar fasilitator motivator evaluator teladan dan orang tua. Ketiga supaya perolehan pembelajaran karakter meningkat pengelolaan pembelajarannya dijadwal24 jam (Islamic Boarding School) dicatat kemajuan belajarnya tiap waktu hari tengah dan akhir semester oleh semua pendidik dengan instrumen penilaian dan petugas pengontrol karakter dengan buku saku jujur dan instrument lainnya diberi motivasi sejak awal sampai akhir pembelajaran dan sejak di dalam kelas luar kelas dan luar sekolah (pesantren) dandiberi kebebasan kepada siswa untuk melakukan aktifitas pembelajaran tetapi tetap selalu dikontrol oleh semua elemen (pendidik satgas KPK atau Biro Pendidikan Karakter bidang keamanan dan hukuman serta pendamping wilayah atau kamar di pesantren).