Skripsi
Pengguna media sosial sebagai inspirasi penciptaan karya lukis representasional / Ifta Violintina Wardani
Abstrak
RINGKASAN Violintina. W Ifta. 2020. Pengguna Media Sosial sebagai Inspirasi Penciptaan Karya Lukis Representasional. Skripsi. Jurusan Seni dan Desain Fakultas Sastra Universitas Negeri Malang. Pembimbing (I) Drs. Triyono Widodo M. Sn. (II)Fenny Rochbeind S. Pd M. Sn. Kata Kunci Pengguna Media Sosial Gangguan Penggunaan Media Sosial Penciptaan Seni Lukis Representasional. Media sosial mampu menjadi tempat bagi seseorang untuk membentuk citra diri di dunia maya mengakses beragam konten hingga menuangkan opini atau pendapatnya terhadap suatu hal. Apa yang dilakukan di dunia maya media sosial saling memberikan pengaruh antar pengguna satu sama lain. Terlalu lama mengakses media sosial dapat menjadi indikasi seseorang mengalami ketergantungan. Ketergantungan media sosial mampu menjadi awal munculnya gangguan-gangguan emosional bagi penggunanya. Penciptaan ini bertujuan untuk menjelaskan proses dan hasil dari kegiatan berkarya lukis dengan ide gangguan penggunaan media sosial. Pencipta menggunakan metode penciptaan Laura H Champman yang terdiri dari tiga tahap yakni tahap permulaan tahap penyempurnaan dan tahap penyelesaian. Ketiga tahap tersebut membantu pencipta untuk berpikir sistematis dalam menciptakan karya. Dari segi pemilihan bahan dan media berkarya pencipta menggunakan cat akrilik dengan kanvas. Objek utama dalam perwujudan karya yaitu perempuan dan memunculkan objek-objek lain terkait dengan topik media sosial untuk memudahkan tersampaikannya gagasan dari karya yang dibuat. Karakteristik dari karya tampak pada pemilihan objek warna dan penggambaran background. Karya yang dibuat sebanyak enam buah dan masing-masing menggambarkan jenis gangguan media sosial. Keenam karya tersebut diantaranya berjudul Addict to Fly I Think I Got a Notification Comparation is Killing Doomscrolling I was Happy a Second Ago dan Not That Bright. Setelah terbentuknya karya pencipta melakukan kegiatan gelar karya. Gelar karya dilakukan secara virtual sebagai wadah bagi pencipta untuk menunjukkan karya agar dapat dinikmati dan diapresiasi oleh orang lain.. Diharapkan melalui karya tersebut dapat memberikan informasi tentang dampak negatif penggunaan media sosial serta mampu memberikan pengalaman estetik serta meningkatkan rasa apresiasi bagi penikmatnya. Selain menyajikan fenomena sosial saat ini terkait pengaruh negatif media sosial bagi penggunanya pencipta juga mengajak secara persuasif untuk menggunakan media sosial secara bijak melalui karya lukisan.