Skripsi
Pengembangan modul pembelajaran inventor berbasis Contextual Teaching And Learning (CTL) pada mata pelajaran teknik gambar manufaktur di SMK Negeri 1 Singosari / Afif Fakhoor Rohman
Abstrak
Modul merupakan bahan ajar yang tersusun secara sistematis guna membantu siswa dalam memahami target belajar yang akan dicapai. Berdasarkan hasil wawancara modul Inventor hanya digunakan oleh guru dan modul yang tersedia tidak sesuai dengan tujuan dan kondisi siswa yang mengakibatkan kurangnya keaktifan dalam pelajaran TGM. Ketidak sesuaian isi modul meliputi materi kurang lengkap desain kurang menarik tidak didukung prosedur kerja yang rinci dan kurangnya keterlibatan gambar atau foto. Selain itu proses pembelajaran TGM di kelas dalam penyampaian ini modul Inventor menggunakan metode ceramah namun metode ceramah kurang efektif jika digunakan pada matapelajaran TGM karena pada mata pelajaran tersebut cenderung melakukan praktik dalam memahami materi yang disampaikan maka siswa menjadi kesusahan selama pemahaman materi. Proses pembelajaran merupakan peran penting dalam mendukung siswa untuk mendapatkan data gagasan keahlian dan penerapan ide. Suatu dasar proses belajar yang baik adalah pembelajaran konstruktivisme yaitu Contextual Teaching And Learning (CTL). Pembelajaran CTL merupakan suatu pembelajaran yang menghubungkan mengenai konten pembelajaran melalui kehidupan nyata sehingga membuat siswa dapat mengaitkan melalui pengetahuan serta pengalaman dari sekolah dengan kehidupannya sehari-hari. Oleh sebab itu untuk meningkatkan efektivitas dan efisiensi serta meningkatkan kompetensi siswa pada matapelajaran TGM di SMKN 1 Singosari dibutuhkan adanya pengembangan modul Iventor berbasis Contextual Teaching And Learning (CTL). Pengembangan modul Inventor berbasis CTL dikembangkan dengan model pengembangan Borg amp Gall (1983) yang telah dimodifikasi sesuai dengan kondisi penelitian. Prosedur penelitian dan pengembangan terdiri dari 9 tahap yaitu 1) studi pendahuluan yaitu mencari literatur yang relevan yang berkaitan dengan penelitian yang sedang dilakukan. 2) perencanaan desain produk yaitu pembuatan draft modul Inventor. 3) Pengembangan produk yaitu pengembangan interface coding testing publishing dan pemaketan sehingga pada tahap ini produk yang telah dirancang akan divalidasi pada para ahli yang relevan pada bidangnya. 4) Validasi ahli yaitu langkah awal untuk mengukur kelayakan produk modul yang dilakukan pada ahli media dan materi. 5) Uji coba kelompok kecil yaitu uji coba produk dilakukan pada 5 siswa yang menempuh matapelajaran TGM kelas XI SMKN 1 Singosari. 6) Revisi awal yaitu memperbaiki modul Inventor sesuai hasil saran dan masukan yang telah diperoleh dari uji coba kelompok kecil. 7) Uji coba kelompok besar yaitu uji coba produk dilakukan pada 30 siswa yang menempuh matapelajaran TGM kelas XI SMKN 1 Singosari. 8) Revisi akhir yaitu memperbaiki modul Inventor sesuai hasil saran dan masukan yang telah diperoleh dari uji coba kelompok besar. 9) Produk modul pembelajaran Iventor yaitu perbaikan saran dan masukan berdasarkan hasil penilaian validasi oleh ahli media dan ahli materi uji coba kelompok kecil dan besar. Prosedur dalam meningkatkan kompetensi siswa dengan memberikan latihan soal sebelum pembelajaran (kondisi awal) dengan pemberian soal pretest dan setelah pembelajaran menggunakan modul Inventor berbasis CTL dengan pemberian soal posttest terhadap kelompok kecil 5 siswa dan kelompok besar 30 siswa. Hasil penelitian dan pengembangan menunjukkan 1) hasil validasi ahli media 96.70 % (sangat baik) validasi materi 96.70 % (sangat baik) uji kelompok kecil 88.33 % (sangat baik) uji kelompok besar 89.38 % (sangat baik) sehingga modul pembelajaran Inventor dapat meningkatkan efektivitas belajar siswa kelas XI pada mata pelajaran TGM di SMKN 1 Singosari karena memiliki nilai pada kelompok kecil thitung gt tTabel 6.000 gt 2.776 dan kelompok besar thitung gt tTabel 12.880 gt 2.05. Hal ini mengindikasikan bahwa terdapat perbedaan yang signifikan kelompok siswa yang menggunakan media pembelajaran berupa modul Inventor berbasis CTL dibandingkan sebelum menggunakan media pembelajaran modul Inventor berbasis CTL. 2) peningkatan pencapaian kompetensi pengetahuan siswa diperoleh nilai hasil belajar siswa di atas KKM (Kriteria Ketuntasan Minimal) dengan persentase rata-rata sebesar 96.66 %.