Skripsi
Studi eksperimen beton Self Compacting Concrete (SCC) yang menggunakan substitusi limbah genting asal Jimbung Jawa Tengah dengan metode perawatan perendaman / Dania Rizki Fitriana
Abstrak
RINGKASAN Fitriana Dania 2020. Studi Eksperimen Beton Self Compacting Concrete (SCC) yang Menggunakan Substitusi Limbah Pembakaran Genteng Asal Jimbung Jawa Tengah dengan Metode Perawatan Perendaman. Skripsi Program Studi S1 Teknik Sipil Fakultas Teknik Universitas Negeri Malang (UM). Pembimbing (I) Drs. Boedya Djatmika S.T. M. T. (II) Drs. Adjib Karjanto S.T. M. T. Kata Kunci Beton SCC superplasticizer subtitusi perendaman Beton merupakan bahan utama dalam pembangunan proyek. Sehingga membutuhkan beton dengan kualitas yang baik seperti kuat tekan beton dengan kualitas kontrol yang maksimal pada saat pengecoran berlangsung. Selain itu untuk mempermudah pekerjaan beton diperlukan teknologi beton SCC yang mampu memadat dengan sendirinya dan mampu melewati tulangan rapat tanpa alat vibrator. Metode SCC ini menggunakan bahan tambahan superplasticizer sika visconcrete-3115N sebanyak 0 6% untuk semua benda uji. Penelitian ini bertujuan untuk memanfaatkan limbah pembakaran genteng yang tidak dipergunakan di desa Jimbung Jawa Tengah dan mencari persentase limbah pembakaran genteng yang tepat pada campuran beton untuk mendapatkan kuat tekan 8805 17 MPa (SNI 2847-2013). Pada penelitian ini menggunakan metode eksperimen dengan mutu beton yang direncanakan f c 35 MPa. Benda uji yang digunakan berbentuk silinder dengan ukuran 15 cm x 30 cm. Jumlah benda uji sebanyak 48 dengan variasi limbah genting 0% 5% 10% dan 15%. Pengujian kuat tekan dilakukan pada umur beton 7 hari 14 hari dna 28 hari. Pengujian modulus elastisitas dan kuat tarik belah diuji pada umur beton 28 hari. Metode penelitian menggunakan analisis statistik Anova One Way dan dilanjutkan analisis Tukey apabila H0 ditolak. Hasil dari penelitian ini yaitu (1) Hasil pengujian kuat tekan rata-rata pada umur beton 28 hari dengan variasi limbah genteng tertinggi yaitu pada variasi 0% dengan nilai kuat tekan 38 91 MPa. Sedangkan pada variasi 5% yaitu 35 93 MPa 10% memperoleh 31 47 MPa dan 15% sebesar 26 56 MPa. Nilai modulus elastisitas tertinggi didapat pada variasi limbah genteng 10% yaitu 42654 14 MPa. Nilai kuat tarik belah tertinggi didapat pada variasi 0% dan 5% yaitu 7 91 Mpa dan 7 99 MPa. (2) Uji hipotesis menunjukkan tidak ada perbedaan pada pengujian kuat tekan modulus elastisitas dan kuat tarik belah pada beton SCC secara signifikan. (3) Variasi limbah genting optimum sebesar 5% yang menghasilkan nilai kuat tekan sebesar 35 93 MPa. Nilai modulus elastisitas sebesar 35260 79 MPa. Nilai kuat tarik belah sebesar 7 91 MPa.