Tesis
Supervisi akademik berbasis spiritualitas santa perawan maria ( SPM): Studi multi-situs di SMPK Santa Maria 1 Malang dan SMPK Mater Dei Probolinggo/Agustina Dupa Doren
Abstrak
Supervisi merupakan bentuk dorongan bimbingan dan kesempatan bagi perkembangan keahlian dan kecakapan para guru. Pelaksanaan supervisi akademik pada dasarnya bertujuan untuk membantu guru meningkatkan profesionalitas kerja. Dengan demikian esensi supervisi akademik bukan menilai unjuk kerja guru dalam pengelolaan proses pembelajaran tetapi mendukung guru mengembangkan kompetensi profesionalnya. Oleh karena itu kepala sekolah perlu melakukan pendampingan akademik yang berlandaskan pada metode dan teknik supervisi yang selaras dengan kebutuhan guru. Akan tetapi masih ditemukan fakta di lapangan bahwa supervisi akademik belum dilaksanakan secara optimal karena kompetensi manajerial kepala sekolah yang cenderung menggunakan prinsip-prinsip negatif dalam pelaksanaan supervisi akademik. Pertama kepala sekolah lebih mengedepankan kekuasaan dari pada kemitraan sehingga komunikasi bersifat satu arah dan terasa sangat menekan. Hal ini memperlihatkan kelemahan kepala sekolah pada ketidakmampuan untuk menciptakan hubungan kemanusiaan yang harmonis dalam pelaksanaan supervisi akibatnya para guru tidak dapat bekerja bersama mengembangkan usaha dalam menciptakan situasi pembelajaran dan suasana kerja yang lebih baik. Kedua tidak dilaksanakan dalam suasana kekeluargaan dan demokratis. Dalam konteks ini kepala sekolah tidak mampu mengedepankan sikap saling asah asih dan asuh dalam mengembangkan pembelajaran dari guru. Ketiga supervisi yang cenderung mencari-cari kesalahan dan kekurangan guru sehingga menimbulkan rasa takut pada guru. Kelemahan ini menggambarkan ketidakmampuan kepala sekolah memberi tanggapan konstruktif mengembangkan tujuan dan pertumbuhan pribadi guru. Keempat cenderung cepat mengharapkan hasil dan mengutamakan nilai belajar daripada perbaikan proses pembelajaran. Berdasarkan penerapan prinsip-prinsip negatif dalam supervisi akademik yang dilakukan kepala sekolah selama ini maka perlu adanya terobosan bagi kepala sekolah dalam melaksanakan kegiatan supervisi dengan menerapkan teknik supervisi berbasis spiritualitas yaitu supervisi yang didasarkan pada nilai-nilai spiritual seperti cinta kasih melayani menghargai persaudaraan kesabaran kerendahan hati sensibilitas dan toleransi. ii Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif dengan rancangan studi multi-situs. Lokasi penelitian berada di SMPK Santa Maria 1 Malang dan SMPK Mater Dei Probolinggo. Teknik pengumpulan data yang digunakan adalah wawancara mendalam (in-depth interview) observasi dan dokumentasi. Teknik analisis data dilakukan dalam dua tahap yaitu (1) analisis data situs individu (individual site) dan (2) analisis data lintas situs (cross site analysis). Pengecekan keabsahan data dilakukan dengan triangulasi. Penelitian ini difokuskan pada tiga hal yaitu (1) perencanaan supervisi akademik berbasis spiritual SPM (2) pelaksanaan supervisi akademik berbasis spiritual SPM (3) evaluasi terhadap pelaksanaan supervisi akademik berbasis spiritual SPM. Hasil penelitian memperlihatkan bahwa perencanaan supervisi akademik berbasis spiritualitas SPM yang dilakukan kepala sekolah dengan mengikutsertakan wakasek kurikulum dan dewan guru dalam penyusunan program supervisi dengan memperhatikan nilai-nilai spiritualitas SPM yaitu menghargai kesamaan martabat manusia sebagai Citra Allah sehingga guru tidak merasa rendah diri tetapi merasa berarti dan berharga. Semangat visioner berpikir ke masa depan terbuka terhadap perubahan. Semangat persaudaraan kasih rendah hati saling mendukung dan saling menghargai. Semangat kolegialitas kekeluargaan mendengarkan dengan tulus ramah terbuka terhadap masukan dan saran. Pelaksanaan supervisi akademik berbasis spiritualitas SPM yang dilakukan oleh kepala sekolah sebagai supervisor selalu didahului dengan pengecekan perangkat mengajar guru dan kegiatan prasupervisi melalui pendekatan hati yang dipenuhi dengan kasih persaudaraan antara kepala sekolah dan guru yang disupervisi untuk membahas bersama guru mata pelajaran materi apa yang akan disampaikan pada siswa saat kegiatan supervisi dan sekaligus guru dapat menyampaikan permasalahan yang dihadapi selama ini di kelas. Setiap awal kegiatan prasupervisi dan akhir kegiatan selalu di dahulukan dengan doa bersama oleh kepala sekolah dan guru. Pelaksanaan supervisi akademik menggunakan teknik individu dan teknik kelompok. Teknik Individu didasarkan pada sikap melayani yaitu membantu guru dalam melaksanakan tugas mendengarkan kesulitan guru terbuka menerima masukan dan saran. Sikap menghargai yaitu sikap menerima keunikan menerima kelebihan dan kekurangan. Sikap humanis yaitu sikap membangun kepercayaan diri melalui motivasi dan bimbingan yang sejuk dan lembut dan sikap toleran yaitu menjunjung tinggi prinsip hormat menghomati mendengarkan menghargai dan menjalin tali persaudaraan persahabatan. Teknik kelompok. Teknik supervisi kelompok dibangun dengan berlandaskan pada doa sebagai sumber kekuatan sikap melayani yaitu membina memotivasi membantu dalam kesulitan.Sikap rendah hati yaitu terbuka menerima masukan mengakui keterbatasan mengakui kelebihan guru. Sikap kolegialitas yaitu persaudaraan menghargai keputusan bersama. Sikap solider yaitu semangat berbagi saling menolong setia kawan sederhana. Sikap ramah yaitu perilaku yang empati cinta kasih dan sikap loyalitas setia terhadap tugas komitmen dedikasi serta membangun relasi yang dilandasi pada keterbukaan dan semangat persaudaraan dan kekeluargaan. Evaluasi dilakukan setelah selesai pelaksanaan supervisi. Kepala sekolah melaksanakan pembinaan dengan memberikan motivasi dan bimbingan yang sejuk dan lembut berlandaskan nilai spiritualitas sikap melayani yaitu membantu guru dalam kesulitan mendengarkan. Sikap peduli yaitu terbuka terhadap masalah yang dihadapi memberi solusi.Sikap solider yaitu semangat berbagi saling menolong setia kawan sederhana. Sikap menghargai yaitu menerima keunikan menerima kelebihan dan kekurangan jujur. Sikap kolegialitas penuh persaudaraan persahabatan dan kekeluargaan baik secara individu maupun kelompok. Saran kepada (1) kepala sekolah agar tetap melanjutkan melaksanakan supervisi akademik berbasis spiritual SPM dan dapat menggunakan berbagai teknik serta pendekatan supervisi untuk membantu meningkatkan profesionalitas guru (2) Bagi yayasan temuan supervisi berbasis spiritualitas SPM ini hendaknya memberikan masukan bagi suster pimpinan yayasan agar dapat memberikan pembinaan kepada para kepala sekolah tentang supervisi berbasis spiritualitas SPM (3) Bagi guru agar tetap setia melaksanakan tugasnya dan terus membekali diri dengan mengikuti pembinaan dan pelatihan yang relevan untuk meningkatkan profesionalitas dalam mengajar (4) peneliti lain untuk mengkaji lebih dalam pemahaman mengenai supervisi akademik berbasis spiritualitas serta melakukan penelitian lebih lanjut terkait teknik-teknik dan pendekatan supervisi yang belum diteliti oleh peneliti.