Skripsi
Pengembangan trainer pemrosesan sinyal menggunakan sensor detak jantung pada mata kuliah pemrosesan sinyal untuk mahasiswa S1 Pendidikan Teknik Elektro Universitas Negeri Malang / Muhammad Khasbi Rahbini
Abstrak
Pemrosesan Sinyal adalah sebuah ilmu yang mempelajari dan mengembangkan metode manipulasi analisa dan interpretasi sinyal. Mata kuliah Pemrosesan Sinyal merupakan mata kuliah yang wajib dipelajari mahasiswa program studi S1 Pendidikan Teknik Elektro. Media yang digunakan dalam mata kuliah Pemrosesan Sinyal adalah sajian presentasi power point yang merujuk pada buku dan pembelajaran di internet. Seiring dengan perkembagan teknologi yang pesat maka dibutuhkan pengembangan media pembelajaran yang menyesuaikan dengan RPS (Rancangan Perkuliahan Semester) untuk mata kuliah Pemrosesan Sinyal agar memudahkan mahasiswa dalam belajar. Penelitian pengembangan ini dilakukan untuk mengembangkan media pembelajaran yang layak dan dapat menunjang pembelajaran di perkuliahan untuk mahasiswa S1 Pendidikan Teknik Elektro Universitas Negeri Malang. Media yang akan dikembangkan dalam penelitian ini adalah trainer pemrosesan sinyal menggunakan sensor detak jantung yang disertai dengan jobsheet dan manual book. Model pengembangan yang digunakan untuk mengembangkan trainer pemrosesan sinyal menggunakan sensor detak jantung adalah model pengembangan Sugiyono. Produk media ajar yang dihasilkan dari penelititan pengembangan ini memperoleh kriteria kelayakan valid dan layak. Hasil validasi ahli I pada aspek media memperoleh persentase kelayakan sebesar 93 82% sedangkan pada aspek materi memperoleh persentase kelayakan sebesar 92 39%. Hasil validasi ahli II pada aspek media memperoleh persentase kelayakan sebesar 93 821% sedangkan pada aspek materi memperoleh persentase kelayakan sebesar 88 178 %. Keseluruhan hasil validasi tersebut masuk dalam kategori sangat valid. Kemudian dari hasil uji coba produk presentase kelayakan yang diperoleh adalah 91 27% dan yang terakhir untuk uji coba pemakaian presentase kelayakan yang diperoleh adalah sebesar 90 97%. Hasil tersebut menunjukkan bahwa tingkat kelayakan produk sudah sangat valid karena melebihi batas minimal 81 25% untuk kriteria sangat valid sehingga produk dapat dikatakan layak dan dapat digunakan pada kegiatan pembelajaran.