Skripsi
Pengembangan modul ajar berbasis problem based learning mata pelajaran dasar listrik dan elektronika kelas X SMK Program Keahlian Teknik Elektronika Industri / Achmad Fauzi
Abstrak
ABSTRAK Fauzi Achmad. 2020. Pengembangan Modul Ajar Berbasis Problem Based Learning Mata Pelajaran Dasar Listrik dan Elektronika Kelas X SMK Program Keahlian Teknik Elektronika Industri. Skripsi. Jurusan Teknik Elektro Fakultas Teknik Universitas Negeri Malang. Pembimbing (I) Dr. Eng. Anik Nur Handayani S.T. M.T (II) Drs. Slamet Wibawanto M.T Kata Kunci Modul ajar Problem based learning Dasar listrik dan elektronika Dalam proses belajar terdapat permasalahan yang perlu diatasi dan diselesaikan agar kondisi belajar tercipta sesuai dengan tujuan yang ingin dicapai. Dalam pendidikan terdapat faktor-faktor yang menunjang terlaksananya pendidikan dengan baik salah satunya yaitu adanya bahan ajar yang sesuai dengan kebutuhan. Bahan ajar adalah seperangkat sarana atau alat pembelajaran yang berisikan materi pembelajaran metode batasan-batasan dan cara mengevaluasi yang didesain secara sistematis dan menarik dalam rangka mencapai tujuan yang diharapkan yaitu mencapai kompetensi atau subkompetensi dengan segala kompleksitasnya. Modul ajar termasuk salah satu bahan ajar. Sekolah Menengah Kejuruan (SMK) adalah salah satu lembaga pendidikan kejuruan yang bertujuan untuk menghasilkan lulusan yang kreatif mandiri dan dapat bekerja sesuai program keahliannya. Salah satu program keahlian yang terdapat di SMK yaitu program keahlian Teknik Elektronika Industri. Program keahlian Teknik Elektronika Industri merupakan salah satu program keahlian di SMK Negeri 2 Singosari. Mata pelajaran yang diberikan di dibagi menjadi tiga kelompok yaitu kelompok A dan B (Matapelajaran wajib) dan kelompok C (Matapelajaran kejuruan). Pada kelompok C (Matapelajaran kejuruan) dibagi menjadi tiga kategori yaitu C1 dasar bidang keahlian C2 dasar program keahlian dan C3 paket keahlian. Mata pelajaran Dasar Listrik dan Elektronika termasuk dalam kategori C2 yaitu dasar program keahlian. Jurusan Teknik Elektronika Industri merupakan salah satu program keahlian di SMK Negeri 2 Singosari. Berdasarkan hasil observasi terhadap guru mata pelajaran Dasar Listrik dan Elektronika kelas X program keahlian Teknik Elektronika Industri di SMK Negeri 2 Singosari proses pembelajaran sudah terlaksana cukup baik namun ketersediaan bahan ajar yang digunakan masih minim. Hampir semua siswa merasa kesulitan ketika menggunakan bahan ajar yang ada untuk belajar sendiri di luar jam pelajaran (tanpa didampingi guru mata pelajaran). Bahan ajar yang kurang tersedia diantaranya.modul ajar. Sebenarnya terdapat modul ajar yang diperuntukkan untuk mata pelajaran Dasar Listrik dan Elektronika yang diproduksi Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan Republik Indonesia. Akan tetapi guru yang bersangkutan tidak menggunakan buku tersebut karena dianggap materi yang dibahas terlalu tinggi dan bahasa yang digunakan sulit dipahami serta kurang sesuai dengan silabus terbaru yaitu silabus revisi 2013. Diharapkan pula terdapat modul ajar yang dapat dengan mudah digunakan siswa untuk belajar sendiri di rumah. Modul ajar yang akan disusun terdiri dari modul siswa dan modul guru. Materi dalam modul yang dibuat pada semester 1. Dari uraian diatas peneliti mengembangkan modul ajar dengan mengadopsi metode pengembangan model Sugiyono yaitu shy (1) potensi dan masalah (2) pengumpulan data (3) desain produk (4) validasi desain (5) revisi desain (6) uji coba produk (7) revisi produk (8) uji coba pemakaian (9) revisi produk dan (10) produksi masal.