Skripsi
Keefektifan penggunaan cangkang keong mas sebagai media karburiser pada baja SCM 415 ditinjau dari penambahan kadar carbon dan ketebalan karburasi / Hendra Eko Rahmanto
Abstrak
Pertumbuhan industri pada bidang manufaktur di Indonesia selalu meningkat setiap tahunnya. Khususnya manufaktur dalam produksi konstruksi mesin dan otomotif. Roda gigi merupakan salah satu komponen yang diproduksi untuk kedua bidang tersebut. Untuk menghemat biaya produksi maka bahan dasar pembuatan roda gigi menggunakan baja karbon rendah. Namun roda oda gigi dari baja karbon rendah mudah mengalami aus dan retak dikarenakan seringnya bergesekan dengan komponen lain. Sehingga diperlukan treatment carburizing untuk mendapatkan sifat mekanik yang lebih baik. Carburizing merupakan suatu proses penambahan kandungan unsur karbon pada permukaan baja untuk meningkatkan ketahanan aus ketahanan terhadap pembebanan yang tiba-tiba dan karakteristik fatik dengan cara memperbaiki kekerasan permukaannya. Sebagai katalisator guna untuk mempercepat proses penyerapan karbon selama carburizing berlangsung menggunakan cangkang keong mas. Cangkang keong mas sebagai limbah yang kurang dimanfaatkan masyarakat ini digunakan sebagai katalisator atau media donor sebab memiliki kandungan CaCO3 yang tinggi. Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui keefektifan dari cangkang keong mas sebagai media karburiser yang ditinjau dari (1) peningkatan kadar karbon dan (2) ketebalan karburasi dengan menggunakan suhu 850 OC 900 OC dan 950 OC. Bedasarkan data yang diperoleh dari penelitian ini termasuk dalam penelitian kuantitatif. Maka data-data yang diperoleh berupa angka-angka hasil dari pengujian setelah dilakukan treatment. Bedasarkan permasalahan yang diteliti maka penelitian ini adalah penelitian eksperimen karena pada penelitian ini berusaha menemukan keefektifan dari cangkang keong mas pada proses carburizing terhadap peningkatan kadar karbon dan ketebalan karburasi dari baja SCM 415. Hasil penelitian ini menunjukan (1) peningkatan kadar karbon pada permukaan baja SCM 415 pada suhu 850 OC sebesar 0.1443 % pada 900 OC sebesar 0.1866 % dan pada 950 OC sebesar 0.3301 %. Peningkatan ketebalan karburasi pada suhu 850 OC sebesar 0.0255 mm pada 900 OC sebesar 0.0295 mm dan pada 950 OC sebesar 0.0425 mm. (2) Bedasarkan hasil pengujian atau pemeriksaan terhadap kadar karbon dan ketebalan karburasi pada ketiga spesimen yang mengalami treatment menunjukan nilai yang berbeda-beda. Dan peningkatan dari kadar karbon dan ketebalan karburasi selaras dengan meningkatnya suhu yang digunakan.