Skripsi
Pemetaan konsentrasi mikroplastik di sungai brantas hulu menggunakan sistem informasi geografis / Rahmad Hidayat
Abstrak
Konsumsi bahan plastik dan pembuangan produk plastik akan memicu penumpukan sampah plastik dan mengakibatkan pencemaran sungai serta laut. Limbah plastik sulit terurai sehingga menjadi masalah lingkungan yang serius. Plastik mengalami proses degradasi dan terbentuk menjadi mikroplastik. Mikroplastik dengan ukuran Pada penelitian ini pengambilan sampel dilakukan di 8 stasiun sampel dari Jembatan Pendem sampai Bendungan Sutami menggunakan plankton net mesh 12 (1 680 mm/1680 mikron). Selanjutnya langkah-langkah analisa mikroplastik untuk air permukaan dimulai dengan melibatkan penyaringan padatan yang diperoleh di air permukaan melalui saringan stainless steel 4 76 mm (No.4) dan 1 68 mm (No.12) untuk mengisolasi plastik makro maupun mikro. Pemindahan padatan yang telah diayak oksidasi peroksida basah (WPO) water bath pemisahan padatan dan partikel mikroplastik dengan ukuran (SMP) berukuran 1 mm 1 956 m dan (LMP) 1 mm 5 mm dipisahkan manual ke dalam cawan petri bersih untuk dilakukan analisis di bawah mikroskop. Hasil dari penelitian ini adalah (1) Mikroplastik terdeteksi berada di aliran permukaan sungai Brantas Hulu muncul dengan kelimpahan mikroplastik rata-rata di kisaran 179 12 427 38 partikel/m3. Jenis yang paling banyak ditemukan adalah fiber dengan persentase 46% dan didominasi oleh ukuran LMP 1 mm. (2) Perbandingan kelimpahan mikroplastik di setiap stasiun pengambilan sampel mengalami fluktuasi dengan jenis paling banyak adalah film 1206 73 partikel/m3 yang berada di Stasiun 7 dan jenis paling sedikit adalah styrofoam 18 86 partikel/m3 yang berada di Stasiun 6 serta didominasi ukuran film 1 mm 1112 46 partikel/m3. (3) Peta kelimpahan mikroplastik pada air permukaan di sungai Brantas Hulu dengan konsentrasi terendah di Stasiun 6 yang memiliki kondisi jauh dari pedesaan dan berada di area pertanian dan kelimpahan tertinggi berada di Stasiun 7 dengan kondisi sekitar waduk dipenuhi timbunan sampah yang tersebar di badan waduk maupun di tengah-tengah waduk. Tata guna lahan mempengaruhi banyak sedikitnya kelimpahan mikroplastik.