Skripsi
Perbedaan hasil belajar pada mata pelajaran mikroprosesor dan mikrokontroler karena pengaruh penerapan model pembelajaran guided inquiry dibandingkan model pembelajaran challenge based learning pada siswa kelas xi tei SMK Negeri 1 Kepanjen / Doddy Supratono
Abstrak
Supratono Doddy. 2018. Perbedaan Hasil Belajar Pada Mata Pelajaran Mikroprosesor Dan Mikrokontroler Karena Pengaruh Penerapan Model Pembelajaran Guided Inquiry Dibandingkan Model Pembelajaran Challenge Based Learning Pada Siswa Kelas XI TEI SMK Negeri 1 Kepanjen Kata Kunci Hasil Belajar Mikroprosesor Dan Mikrokontroler Model Pembelajaran Guided Inquiry Model Pembelajaran Challenge Based Learning. Pembelajaran ini bertujuan untuk membandingkan rata-rata hasil belajar siswa pada mata pelajaran mikroprosesor dan mikrokontroler antara siswa menggunakan model pembelajaran Guided Inquiry dibandingkan model pembelajaran Challenge Based Learning pada siswa kelas XI TEI SMKN 1 Kepanjen pada pokok pembahasan pemrograman sederhana mikrokontroler Guided Inquiry merupakan model pembelajaran yang dapat melatih ketrampilan siswa dalam melakukan proses investigasi untuk mengumpulkan data berupa fakta dan memproses fakta tersebut sehingga siswa dapat membangun kesimpulan guna menjawab pertanyaan atau permasalahan yang diajukan oleh guru (teacher- proposed research question). Model pembelajaran Challenge Based Learning (CBL) adalah model pembelajaran yang memusatkan kerangka kerja untuk belajar sambil memecahkan tantangan dunia nyata. Penelitian ini menggunakan metode pre-test post test control group design pada kelompok eksperimen dan kelompok kontrol. Metode ini akan membandingkan antara kelompok eksperimen yang telah diberikan perlakuan dan kelompok kontrol yang tidak dikenai perlakuan. Tujuan dari penelitian dan pengembangan ini adalah untuk mengetahui perbedaan hasil belajar mata pelajaran Mikroprosesor dan Mikroprosesor menggunakan model pembelajaran Guided Inquiry dibandingkan Challenge Based Learning. Setelah nilai siswa diperoleh guru dapat menggunakan metode pembelajaran yang lebih baik untuk peningkatan kualitas proses pembelajaran dan hasil belajar siswa kelas XI TEI SMKN 1 Kepanjen. Hasil Belajar Pada Mata Pelajaran Mikroprosesor Dan Mikrokontroller pada siswa kelas XI TEI 1 SMKN 1 Kepanjen mengalami peningkatan yang dapat dilihat dari jumlah siswa yang telah tuntas pada mata pelajaran Mikroprosesor Dan Mikrokontroller materi penerapan program aplikasi sederhana sistem kendali sesudah penerapan model pembelajaran Guided Inquiry yakni sebesar 66 67% dari keseluruhan siswa. Hasil Belajar Pada Mata Pelajaran Mikroprosesor Dan Mikrokontroller pada siswa kelas XI TEI 2 SMKN 1 Kepanjen mengalami peningkatan setelah diajarkan dengan menerapkan model pembelajaran Challenge Based Learning (CBL) yang dapat dilihat dari jumlah siswa yang telah tuntas pada mata pelajaran Mikroprosesor Dan Mikrokontroller materi penerapan program