Skripsi
Pengembangan bahan ajar meleq (e-module berbasis qr code) sejarah lokal gereja merah sebagai hasil peninggalan kolonial dalam pembelajaran sejarah siswa kelas XI IPS SMA Negeri 1 Wates Kabupaten Kediri / Agnes Yulaikah
Abstrak
Di SMA Negeri 1 Wates penggunaan bahan ajar di sekolah terbatas pada penggunaan buku teks yang diterbitkan oleh pemerintah saja. Buku teks tersebut tidak dapat digunakan peserta didik untuk belajar di rumah. Buku teks yang ada di SMA Negeri 1 Wates merupakan buku teks yang dimiliki oleh sekolah dan hanya dapat digunakan di sekolah atau tidak dapat dibawa pulang. Dibutuhkan bahan ajar yang dapat membantu peserta didik untuk belajar secara mandiri. Berdasarkan karakteristiknya modul merupakan bahan ajar yang dapat digunakan peserta didik untuk belajar mandiri.Tujuan dari penelitian dan pengembangan ini adalah untuk mengembangkan Meleq (E-Module berbasis QR Code) sejarah lokal Gereja Merah sebagai hasil peninggalan kolonial yang valid dan efektif. Diharapkan dari penelitian ini dapat menghasilkan produk bahan ajar modul yang valid dan efektif untuk digunakan dalam pembelajaran sejarah di SMA. Pengembangan E-Module ini menggunakan tahapan pengembangan Sugiyono. Metode penelitian ini memiliki sepuluh langkah penelitian yaitu potensi dan masalah pengumpulan data desain produk validasi desain revisi desain uji coba produk revisi produk uji coba pemakaian revisi produk dan produksi massal. Bahan ajar yang dibuat merupakan modul elektronik berbasis QR Code yang dikemas dalam bentuk aplikasi Meleq. Meleq berisikan menu-menu meliputi menu sejarah galeri lokasi video dan kuis untuk evaluasi. Hasil dari uji validitas yang dilakukan oleh validator materi dan validator modul mendapatkan angka 83% dan 90%. Berdasarkan hasil uji validitas dapat disimpulkan bahwa E-Module yang dikembangkan oleh peneliti merupakan E-Module yang sangat valid. Uji coba lapangan dilakukan dalam kelompok kecil dan kelompok besar. Hasil dari uji coba kelompok kecil peneliti mendapatkan skor 77% sementara hasil dari uji coba kelompok besar mendapatkan skor sebesar 79%. Berdasarkan kriteria keefektifan persentase yang diperoleh menunjukkan bahwa modul yang dikembangkan oleh peneliti masuk dalam kriteria efektif dan dapat digunakan dalam kegiatan pembelajaran. Oleh karena itu berdasarkan uji validitas dan uji keefektifan E-Module yang dikembangkan oleh peneliti layak untuk digunakan dalam pembelajaran sejarah.