UPT Perpustakaan UM

  • Beranda
  • Informasi
  • Repository UM
  • SIPADU UM
  • OPAC SIPADU

Pencarian Spesifik

Pencarian berdasarkan :

SEMUA Pengarang Subjek ISBN/ISSN Pencarian Spesifik

Pencarian terakhir:

{{tmpObj[k].text}}
No image available for this title

Skripsi

Pembangunan bendung lengkong dan dampaknya terhadap ekologi di Sidoarjo selatan tahun 1920-1993 / Nurlia Adhitya Dhea Restanti

Restanti, Nurlia Adhitya Dhea - Nama Orang;

Abstrak
Secara geomorfologis letak Sidoarjo yang cukup strategis menyebabkan daerah ini menjadi salah satu daerah penyangga perekonomian Karesidenan Surabaya sejak masa Pemerintahan Hindia-Belanda. Letaknya yang dilewati oleh dua anak Sungai Brantas yaitu Sungai Porong dan Sungai Mas menyebabkan banyak dibangun industri gula dan perkebunan tebu oleh Pemerintahan Hindia-Belanda karena tanahnya yang subur. Selain itu banyaknya aliran sungai di Sidoarjo juga dapat menyebabkan adanya permasalahan ekologi yaitu banjir. Oleh karena itu sejak abad ke-19 Pemerintahan Hindia-Belanda membangun irigasi yang digunakan sebagai pemasok air untuk kebutuhan industri dan perkebunan serta untuk meminimalisir banjir yang terjadi di Sidoarjo khususnya Sidoarjo Selatan. Penelitian ini berusaha untuk mengetahui kondisi lingkungan Sidoarjo Selatan sebelum adanya perbaikan Bendung Lengkong proses pembangunan Bendung Lengkong di Mojokerto serta dampak ekologi setelah adanya pembangunan Bendung Lengkong terhadap Sidoarjo Selatan tahun 1920-1993. Metode yang digunakan dalam penelitian ini adalah metode sejarah. Metode tersebut memiliki lima tahapan yaitu pemilihan topik heuristik (pengumpulan sumber tertulis foto peta dsb) kritik sumber (intern dan ekstern) interpretasi (analisis dan sintesis) dan yang terakhir yakni historiografi. Metode tersebut digunakan untuk menyusun fakta mendeskripsikan dan juga untuk menarik kesimpulan mengenai kejadian ataupun peristiwa yang terjadi di masa lampau. Hasil dari penelitian ini menunjukkan beberapa fakta sebagai berikut. Pertama sistem irigasi dibangun sebagai respon terhadap pertumbuhan industri gula dan perkebunan tebu serta masalah ekologi yang muncul di Sidoarjo. Kedua Bendung Lengkong yang terletak di Mojokerto mengalami beberapa kali perbaikan dan akhirnya dibangun kembali pada masa Pemerintahan Republik Indonesia. Ketiga meskipun sudah terdapat sistem irigasi untuk Sidoarjo dan sekitarnya permasalahan ekologi masih tetap saja terjadi. Sementara simpulan yang diperoleh dari hasil penelitian ini yaitu adanya sistem irigasi dibangun sebagai respon terhadap pertumbuhan industri gula dan juga perkebunan tebu serta masalah ekologi yang muncul di Sidoarjo. Tujuan dari pembangunan Bendung Lengkong tersebut yaitu sebagai pemasok air untuk industri dan juga untuk meminimalisir banjir. Tetapi setelah pembangunan Bendung Lengkong tetap saja tidak dapat mengatasi banjir sepenuhnya dan masalah ekologi semakin memburuk karena adanya pencemaran sungai.


Informasi Detail
DDC
Rs 959.8 RES p
Prodi
Universitas Negeri Malang. Program Studi Ilmu Sejarah, 2021.
Deskripsi Fisik
ix, 138 lembar : ilus. ; 30 cm.
Bahasa
Indonesia
No Reg
03119/KI/22
Edisi
Skripsi (Sarjana)--Universitas Negeri Malang. 2021
Subjek
1. SEJARAH - BENDUNG LENGKONG - SIDOARJO, 1920-1993
2. SEJARAH - BENDUNG LENGKONG - SIDOARJO, 1920-1993

Pembimbing
1. Ari Sapto ; 2. Ronal Riho'i
Lampiran Berkas
You must be logged in to get fulltext


UPT Perpustakaan UM
  • Berita

Tentang Kami

TIM IT Perpustakaan 2023

Cari

masukkan satu atau lebih kata kunci dari judul, pengarang, atau subjek

Donasi untuk SLiMS

Pilih subjek yang menarik bagi Anda
  • Karya Umum
  • Filsafat
  • Agama
  • Ilmu-ilmu Sosial
  • Bahasa
  • Ilmu-ilmu Murni
  • Ilmu-ilmu Terapan
  • Kesenian, Hiburan, dan Olahraga
  • Kesusastraan
  • Geografi dan Sejarah
Icons made by Freepik from www.flaticon.com
Pencarian Spesifik