UPT Perpustakaan UM

  • Beranda
  • Informasi
  • Repository UM
  • SIPADU UM
  • OPAC SIPADU

Pencarian Spesifik

Pencarian berdasarkan :

SEMUA Pengarang Subjek ISBN/ISSN Pencarian Spesifik

Pencarian terakhir:

{{tmpObj[k].text}}
No image available for this title

Skripsi

Fluktuasi harga kebutuhan pokok pangan sebelum dan selama pandemi COVID-19 daerah produsen di Jawa Timur (studi kasus Kabupaten Malang, Kabupaten Blitar dan Kabupaten Nganjuk) / Sarita Kusuma Putri

Putri, Sarita Kusuma - Nama Orang;

Abstrak
Kebutuhan pokok pangan menjadi kebutuhan primer masyarakat yang harus dipenuhi. Dalam pemenuhan kebutuhan pokok pangan yang menjadi harapan bagi masyarakat yaitu kestabilan harga sembako. Ketidakstabilan harga bahan pokok pangan dipengaruhi dari jumlah kuantitas yang ditawarkan dan ketidakstabilan permintaan. Bahan pokok pangan yang sering mengalami fluktuasi adalah cabai merah besar bawang merah dan telur ayam ras. Provinsi Jawa Timur merupakan provinsi yang berperan penting dalam pemenuhan kebutuhan pokok pangan di Indonesia. Daerah yang menjadi sentra bahan pokok pangan di Jawa Timur yaitu Kabupaten Malang sebagai sentra cabai merah besar Kabupaten Blitar sebagai sentra telur ayam ras dan Kabupaten Nganjuk sebagai sentra bawang merah. Pada akhir tahun 2019 muncul virus Covid-19 di Wuhan hingga penyebarannya mengakibatkan pandemi secara global. Di Indonesia awal Maret 2020 mengumumkan secara resmi adanya virus Covid-19. Pada awal pandemi beberapa bahan pokok naik secara global dan di Indonesia beberapa komoditas pangan naik. Sehingga untuk mengukur tingkat fluktuasi harga bahan pokok pangan terutama cabai merah besar bawang merah dan telur ayam ras dilakukan dengan analisis statistik deskriptif dan analisis koefisien variasi. Untuk mengetahui faktor pemicu fluktuasi harga bahan pokok pangan dilakukan dengan wawancara dengan Disperindag dan pedagang di Kabupaten Malang Kabupaten Blitar dan Kabupaten Nganjuk. Harga dan tingkat koefisien variasi harga bahan pokok pangan cenderung tinggi pada sebelum pandemi Covid-19. Rata-rata tingkat koefisien variasi cabai merah besar sebelum dan selama pandemi masih fluktuasi (CV 9%). Rata-rata tingkat koefisien variasi bawang merah sebelum pandemi yang lebih 9% adalah Kabupaten Blitar dan Nganjuk sedangkan selama pandemi yaitu hanya Kabupaten Nganjuk. Pada komoditas telur ayam ras baik sebelum dan selama pandemi tingkat koefisien varianya dan perkembangan harganya stabil. Faktor pemicu yang fluktuasi harga bahan pokok pangan sebelum pandemi cenderung diakibatkan dari sisi penawaran (pasokan yang berkurang) akibat cuaca/iklim sedangkan faktor pemicu utama fluktuasi harga selama pandemi akibat daya beli masyarakat yang menurun. Selain itu faktor yang mempengaruhi gejolak harga yaitu momen hari besar keagamaan nasional.


Informasi Detail
DDC
Rs 361.05 PUT f
Prodi
Universitas Negeri Malang. Program Studi Ekonomi dan Studi Pembangunan, 2021.
Deskripsi Fisik
ix, 201 lembar: ill. , tab. ; 30 cm
Bahasa
Indonesia
No Reg
01618/KI/22
Edisi
Skripsi (Sarjana)--Universitas Negeri Malang. 2021
Subjek
1. KEBUTUHAN PANGAN
2. FOOD NEEDS

Pembimbing
1. Dwi Wulandari
Lampiran Berkas
You must be logged in to get fulltext


UPT Perpustakaan UM
  • Berita

Tentang Kami

TIM IT Perpustakaan 2023

Cari

masukkan satu atau lebih kata kunci dari judul, pengarang, atau subjek

Donasi untuk SLiMS

Pilih subjek yang menarik bagi Anda
  • Karya Umum
  • Filsafat
  • Agama
  • Ilmu-ilmu Sosial
  • Bahasa
  • Ilmu-ilmu Murni
  • Ilmu-ilmu Terapan
  • Kesenian, Hiburan, dan Olahraga
  • Kesusastraan
  • Geografi dan Sejarah
Icons made by Freepik from www.flaticon.com
Pencarian Spesifik