Tesis
Penerapan model Teams Games Tournament (TGT) berbantuan media kartu soal untuk meningkatkan berpikir kritis dan hasil belajar IPS siswa kelas V SDN Tlekung 1 Kota Batu / Ady Saputra
Abstrak
Pembelajaran adalah mengembangkan potensi pemikiran yang berdasarkan kondisi siswa sehingga pembelajaran bermakna dan bisa diterapkan dalam kehidupan. Pembelajaran dikembangkan untuk meningkatkan pengetahuan sumber daya siswa pada kehidupan nyata baik itu di lingkungan sekolah atau lingkungan keluarga. Dalam hal ini proses pembelajaran di kelas mengalami masalah pada siswa dikarenakan beberapa faktor yaitu masih menggunakan metode konvensional kurangnya variasi model pembelajaran di dalam kegiatan belajar kemampuan berpikir kritis siswa masih belum terlihat dengan berbagai tes dan tanya jawab yang dilakukan di kelas kurangnya penggunaan alat bantu seperti media pembelajaran yang dapat meningkatkan semangat dan keikutsertaan siswa dalam pembelajaran dan hasil belajar siswa yang masih banyak belum mencapai KKM. Oleh sebab itu terdapat rumusan masalah yang harus diperbaiki yaitu bagaimana penerapan model pembelajaran TGT berbantuan media kartu soal bagaimana kemampuan berpikir kritis siswa dan bagaimana hasil belajar siswa melalui penerapan model TGT berbantuan media kartu soal pada pembelajaran IPS kelas V SDN Tlekung 1 Kota Batu. Pembelajaran kooperatif TGT adalah pembelajaran yang berorientasi pada kerjasama antar individu yang merata (heterogen) yang setiap siswa memiliki karakteristik yang berbeda dalam kerja kelompok yang dimana dalam proses pembelajaran tidak terlepas dari guru karena dalam pelaksanaan pembelajaran perlu adanya pengetahuan guru yang dapat mengorganisir pembelajaran kelompok tersebut sehingga pada saat proses pembelajaran berlangsung sesuai dengan sintak model pembelajaran TGT yang jelas yang meliputi (1) penyajian kelas (2) belajar dalam kelompok (3) games (4) tournament dan (5) penghargaan team . Media kartu soal merupakan media visual yang berupa kertas yang sudah diatur oleh guru untuk membantu proses pembelajaran di kelas. Isi dari kartu soal tersebut berupa sebagian soal tentang materi yang diajarkan oleh guru. Berpikir kritis adalah suatu pemikiran yang masuk akal dan reflektif yang terfokus pada memutuskan apa yang harus dipercayai atau lakukan dan bisa mengetahui berbagai kemahiran kecenderungan dan disposisi yang merupakan pemikiran yang masuk akal. Ada beberpa indikator yang dinilai pada kemampuan berpikir kritis ini meliputi (1) argument (2) memutuskan (3) merumuskan masalah (4) menyimpulkan dan (5) mengevaluasi. Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif yang dirancang sebagai penelitian tindakan kelas (PTK). Penelitian tindakan kelas (Classroom Action Research) penelitian tindakan kelas itu sendiri adalah proses pengkajian masalah dalam pembelajaran didalam kelas melalui refleksi diri dalam upaya untuk memecahkan suatu masalah dengan upaya segala tindakan yang terencana dalam situasi nyata serta menganalisis pengaruh dari tindakan tersebut. Penelitian tindakan kelas ini menggunakan jenis PTK kolaboratif yang dimana kehadiran peneliti di sekolah adalah sebagai perencana pengumpul data dan pelapor hasil penelitian dan guru model. Penelitian ini dilaksanakan di SDN Tlekung 1 Kota Batu pada kelas V semester genap tahun ajaran 2019/2020 dengan jumlah siswa adalah 32 siswa dengan jumlah siswa laki 21 siswa dan siswa perempuan 11 siswa. Data yang digunakan dalam penelitian ini berupa bentuk keterangan yang digunakan sebagai sumber data instrument sebagai bahan untuk membuat kesimpulan penelitian. Teknik pengumpulan data pada penelitian ini dilakukan dengan cara observasi tes pengetahuan catatan lapangan wawancara dan dokumentasi. Hasil penelitian tindakan kelas (PTK) ini dilakukan pada kelas V di SDN Tlekung 1 Kota Batu dengan jumlah 32 siswa yang dilakukan 2 siklus. Siklus I pembelajaran model TGT berbantuan media kartu soal pertemuan 1 dan 2 pada guru 77% pada siswa 77%. Kemampuan berpikir kritis siswa 3 71. Hasil belajar pengetahuan siswa 78% . hasil belajar keterampilan siswa pertemuan 1 dan 2 76 %. Sedangkan pada siklus II terjadi peningkatan yang dimana model pembelajaran TGT berbantuan media kartu soal pertemuan 1 dan 2 oleh guru 87 5 % pada siswa 89 5%. Kemampuan berpikir kritis siswa 4 2. Hasil belajar pengetahuan 86%. Hasil belajar keterampilan pertemuan 1 dan 2 86%. Dengan begitu penerapan model pembelajaran model TGT berbantuan media kartu soal dapat meningkatkan hasil belajar siswa kelas V SDN Tlekung 1 Kota Batu.