Skripsi
Pengaruh struktur kepemilikan terhadap potensi terjadinya financial distress (studi kasus pada perusahaan yang listing di bei tahun 2009-2019) / Dyllan Muhammad Hamdan Nurullah
Abstrak
Perusahaan didirikan dengan tujuan untuk tetap dan senantiasa tumbuh berkembang dalam jangka panjang. Tujuan tersebut diwujudkan untuk memaksimalkan kesejahteraan pemegang saham. Hal tersebut terwujud melalui pengelolaan dan keberhasilan manajemen dalam menjalankan perubahaan. Keberhasilan tersebut tercemin pada kinerja perusahaan. Pemegang saham sebagai salah satu stakeholder dalam lingkungan perusahaan juga berperan penting dalam menunjang kinerja keuangan perusahaan melalui keputusan yang diambil. Keputusan yang diambil bagi perusahaan antara lain yaitu keputusan investasi keputusan pendanaan dan kebijakan dividen. Keputusan tersebut tentu sangat berpengaruh bagi kondisi keuangan perusahaan agar perusahaan dapat terhindar dari kondisi kesulitan keuangan atau financial distress. Tujuan penulisan penelitian ini adalah meneliti pengaruh struktur kepemilikan dan variabel didalamnya pada kemungkinan terjadinya financial distress pada perusahaan yang tercatat di Bursa Efek Indonesia (BEI). Penelitian ini merupakan penelitian kuantitatif dengan menggunakan data sekunder. Teknik analisis data yang digunakan adalah Regresi Logistik. Populasi dalam penelitian ini adalah perusahaan yang terdaftar di Bursa Efek Indonesia pada tahun 2009-2019. Sebanyak 633 perusahaan yang digunakan dalam penelitian ini. Hasil Penelitian ini menunjukkan bahwa 1.) Kepemilikan institusional tidak berpengaruh terhadap financial distress. 2.) Kepemilikan asing berpengaruh positif terhadap financial distress. 3.) Kepemilikan pemerintah tidak berpengaruh terhadap financial distress. 4.) Kepemilikan manajerial berpengaruh positif terhadap financial distress. 5.) Leverage berpengaruh positif terhadap financial distress. 6.) Dividend Payout Ratio berpengaruh negatif terhadap financial distress. 7.) Net Profit Margin berpengaruh negatif terhadap financial distress. 8.) Sales Growth tidak berpengaruh terhadap financial distress. 9.) Ukuran Perusahaan tidak berpengaruh terhadap financial distress.