Skripsi
Tanggapan siswa terhadap nilai-nilai moral dalam film berbasis novel dua garis biru: studi kasus SMA Negeri 1 Boyolangu / Rori Dinanda Bestari
Abstrak
Munculnya berbagai macam pembacaan terhadap suatu karya sastra memperlihatkan peran pembaca terhadap sebuah makna teks yang dibacanya. Seiring berkembangnya jaman sebuah teks sastra diadaptasi menjadi bentuk lain. Misalnya sebuah novel yang diadaptasi menjadi sebuah film. Hal inilah yang menunjukkan bahwa film sebagai sebuah karya sastra dalam kaitannya dengan penerimaan pembaca yakni penonton menandakan bahwa penerimaannya akan tidak stabil dan berubah-ubah. Fenomena tersebut menunjukkan bahwa sebuah karya sastra akan menarik untuk diteliti berdasarkan faktor penerimaan atau reaksi penikmatnya. Penelitian ini berusaha untuk mendeskripsikan mengenai tanggapan terhadap suatu film yang diadaptasi dari sebuah novel. Fokus dalam penelitian ini adalah tanggapan siswa terhadap nilai-nilai moral dalam film berbasis novel Dua Garis Biru yang meliputi (1) nilai moral agama (2) nilai moral kepribadian dan (3) nilai moral sosial. Penelitian ini didasari dengan kreativitas dalam ranah sastra yang dilakukan sebagaimana mestinya. Penelitian ini menggunakan metode gabungan antara kuantitatif dan kualitatif yang memaparkan data secara deskriptif. Instrumen dalam penelitian ini adalah peneliti sendiri bertindak sebagai instrumen utama sebagai pelaku penelitian dan dibantu dengan data yang telah dikumpulkan melalui kuisioner. Sumber data dalam penelitian ini adalah siswa-siswi kelas XI SMA Negeri 1 Boyolangu. Data dalam penelitian ini berupa tanggapan siswa terhadap nilai moral dalam film yang ditonton meliputi nilai moral agama nilai moral kepribadian dan nilai moral sosial dalam film yang ditonton berdasarkan pengetahuan pengalaman pribadi dan sikap atau perilaku. Teknik pengumpulan data dilakukan dengan pertama adalah meminta siswa menonton film Dua Garis Biru secara cermat untuk memperoleh informasi terkait nilai-nilai moral yang digambarkan tokoh. Kegiatan kedua adalah meminta siswa untuk mengisi lembar tes resepsi secara daring untuk menguji pemahaman siswa terhadap film yang telah ditonton. Ketiga peneliti mengumpulkan lembar jawaban yang telah diisi oleh siswa secara daring yang kemudian dilakukan pengkodean terhadap data yang telah didapat. Terakhir peneliti mengidentifikasi tanggapan siswa melalui data yang telah dikumpulkan. Hasil analisis data penelitian ini menunjukkan nilai-nilai moral yang terdapat dalam film berbasis novel Dua Garis Biru berupa nilai moral agama nilai moral kepribadian dan nilai moral sosial yang seluruhnya dikaji berdasarkan pengetahuan siswa pengalaman pribadi siswa dan sikap siswa. Hasil analisis tersebut antara lain pertama tanggapan siswa terhadap nilai moral agama berdasarkan pengetahuan. Dalam film Dua Garis Biru nilai moral agama yang ditonjolkan adalah mengenai pentingnya edukasi spiritual dalam pergaulan. Seluruh siswa memiliki pengetahuan yang baik mengenai nilai moral agama dalam film Dua Garis Biru dengan total persentase jawaban sebesar 100%. Kedua tanggapan siswa terhadap nilai moral agama berdasakan pengalaman pribadi siswa. Menurut pengalaman pribadi siswa mereka sudah mengerti mengenai pentingnya edukasi spiritual dalam pergaulan dengan total persentase jawaban sebesar 92 5%. Ketiga tanggapan siswa terhadap nilai moral agama berdasarkan sikap siswa. Telah diketahui bahwa siswa sudah mengerti batasan dalam pergaulannya. Siswa sudah mampu mengamalkan nilai moral agama dalam pergaulannya dengan total persentase jawaban sebesar 98 75%. Keempat tanggapan siswa terhadap nilai moral kepribadian berdasarkan pengetahuan siswa. Pengetahuan siswa terhadap nilai moral kepribadian dengan konteks rasa bertanggung jawab sepertinya sedikit berbeda. Seluruh siswa memiliki pengetahuan untuk selalu bertanggungjawab namun beberapa masih belum bisa mengerjakannya dengan adil dengan total persentase kesetujuan jawaban 92 5%. Kelima tanggapan siswa terhadap nilai moral kepribadian berdasarkan pengalaman pribadi siswa. Berdasarkan pengalaman pribadi siswa nilai moral kepribadian dalam konteks bertanggung jawab mengenai suatu hal cukup beragam. Menurut pengalaman pribadi siswa nilai tanggung jawab itu penting namun mereka masih belum menemukan cara yang tepat untuk melakukan berbagai tanggung jawab secara beriringan. Dengan demikian total persentase jawaban siswa sebesar 77 5%. Keenam tanggapan siswa terhadap nilai moral kepribadian berdasarkan sikap siswa. Sebagian besar siswa akan mampu bertanggung jawab asalkan pada tanggung jawab yang memang benar-benar perlu dilakukan dengan total persentase jawaban sebesar 66 25%. Ketujuh tanggapan siswa terhadap nilai moral sosial berdasarkan pengetahuan siswa. Nilai moral sosial dengan konteks pentingnya komunikasi antara orang tua dan anak mendapat respon yang cukup baik sesuai pengetahuan siswa. Seluruh siswa memiliki pengetahuan mengenai pentingnya berkomunikasi dengan orang tua dengan total persentase jawaban sebesar 100%. Kedelapan tanggapan siswa terhadap nilai moral sosial berdasarkan pengalaman pribadi siswa. Nilai moral sosial tentang pentingnya berkomunikasi mendapat tanggapan yang cukup baik menurut pengalaman pribadi siswa. Siswa sudah bisa menjalin komunikasi yang baik dengan orangtua dan mereka merasa bahwa cara berkomunikasi mereka selama ini memberikan pengaruh pada tindakan mereka dengan total persentase jawaban sebesar 92 5%. Kesembilan tanggapan siswa terhadap nilai moral sosial berdasarkan sikap siswa. Menurut sikap yang dilakukan siswa dalam konteks nilai moral sosial berkomunikasi dengan baik terhadap orangtua mendapat tanggapan yang cukup baik. Hampir seluruh siswa akan mampu menjalin komunikasi yang baik dan senantiasa terbuka dengan orangtua mereka agar terhindar dari tindakan-tindakan yang salah atau situasi yang tidak diinginkan dengan total persentase jawaban sebesar 95%. Penelitian ini menunjukkan bahwa tanggapan siswa terhadap moral dalam sebuah karya sastra berupa film. Saran bagi peneliti lanjutan diharapkan untuk meneliti karya sastra lain dengan menggunakan perspektif lain. Bagi pemerhati sastra hasil penelitian ini dapat dimanfaatkan sebagai bahan apresiasi sastra mengenai teori tanggapan pembaca. Bagi masyarakat luas hasil penelitian ini dapat dijadikan sumber pengetahuan bagi masyarakat luas untuk mengetahui bahwa setiap film yang diangkat dari sebuah novel akan memiliki tanggapan-tanggapan yang berbeda dari penikmatnya. Tanggapan ini muncul secara oleh pembaca yakni penonton yang menandakan bahwa penerimaannya akan tidak stabil dan berubah-ubah.