Skripsi
Hubungan dukungan sosial dan stres narapidana di rutan kelas II B Negara-Bali/ Dian Junita Anggarini
Abstrak
Narapidana adalah masyarakat yang tidak memiliki kebebasan dalam waktu tertentu dan tidak mempunyai ruang gerak yang terbatas. Narapidana yang berada di Rutan Kelas IIB Negara-Bali dapat mengalami stres yang berupa kecemasan ketakutan serta tidak dapat beradaptasi dengan lingkungan. Stres yang terjadi pada narapidana dapat rendah jika dukungan sosial yang diberikan tinggi. Dukungan sosial dapat diberikan oleh keluarga teman dan pihak Rutan berupa saran atau nasehat berkunjung ke Rutan dan melakukan kegiatan-kegiatan dari pihak Rutan. Tujuan penelitian ini untuk (1) mengetahui dukungan sosial yang diterima pada narapidana di Rutan Kelas IIB Negara-Bali (2) mengetahui stres yang dialami oleh narapidana di Rutan Kelas IIB Negara-Bali dan (3) mengetahui dukungan sosial dan stres pada narapidana di Rutan Kelas IIB Negara-Bali. Penelitian ini menggunakan pendekatan kuantitatif dengan jenis penelitian deskriptif korelasional. Populasi penelitian ini berjumlah 130 narapidana diantaranya 11 perempuan dan 119 laki-laki. Teknik sampling yang digunakan adalah simple random sampling sebanyak 90 narapidana di Rutan Kelas IIB Negara-Bali. Instrumen yang digunakan berupa skala dukungan sosial dan skala stres dengan reliabilitas 0 843 dan 0 906. Analisis data menggunakan analisis deskriptif dan teknik analisis product moment dengan kategorisasi dukungan sosial sedang dan kategorisasi stres sedang. Hasil penelitian menunjukkan bahwa ada hubungan negatif antara dukungan sosial dan stres pada narapidana di Rutan Kelas IIB Negara-Bali sebesar r - 0 400 dengan signifikan 0 000 lt 0 05. Saran yang dapat diberikan dalam penelitian ini (1) bagi narapidana diharapkan mengetahui manfaat dari dukungan sosial yang dapat mengurangi stres yang terjadi di Rutan. (2) bagi keluarga narapidana diharapkan memberikan dukungan yang lebih banyak untuk mengurangi stres yang dialami narapidana. (3) bagi Rumah Tahanan (Rutan) diharapkan untuk memiliki tenaga profesional untuk membantu narapidana dalam permasalahan psikologis. (4) bagi peneliti selanjutnya diharapkan melanjutkan penelitian ini untuk mencari sampel yang memiliki karakteristik agar dalam pemilihan responden lebih mudah.