Skripsi
Aktivitas antibakteri minyak atsiri daun cengkeh (syzygium aromaticum linn) terhadap staphylococcus epidermidis dan pseudomonas aeruginosa / Ernesta Purnamarini
Abstrak
Cengkeh merupakan salah satu tanaman asli Indonesia yang ketersediaannya cukup melimpah. Biji atau bunga cengkeh pada umumnya digunakan sebagai bahan rokok kretek dan bumbu masakan. Pemanfaatan limbah daun cengkeh masih terbatas. Limbah daun cengkeh dapat diolah untuk menghasilkan minyak atsiri yang berpotensi sebagai antibakteri. Tujuan penelitian ini adalah mengisolasi mengkarakterisasi mengidentifikasi serta menguji aktivitas minyak atsiri daun cengkeh (Sygynium aromaticum Linn) terhadap Staphylococcusepidermidisdan Pseudomonas aeruginosa. Penelitian yang dilakukan terdiri dari empat tahap yaitu (1) isolasi minyak atsiri daun cengkeh dengan metode destilasi uap-air (2) karakterisasi fisik minyak atsiri daun cengkeh yang meliputi wujud warna massa jenis indeks bias dan putaran optik (3) identifikasi komponen kimiawi minyak atsiri menggunakan GC-MS dan (4) pengujian aktivitas antibakteri dilakukan dengan metode sumuran dan dalam dua konsentrasi yaitu 2% dan 4%. Hasil isolasi minyak atsiri daun cengkeh menghasilkan rendemen sebesar 0 99% Isolasi ke-2 sebesar 0 78% isolasi ke-3 sebesar 0 74% dengan rerata rendemen sebesar 0 83%. Hasil karakterisasi minyak atsiri daun cengkeh kering yaitu berwujud cair berwarna kuning jernih berbau khas cengkeh massa jenis 1 046 g/mL indeks bias 1 528 dan putaran optik -2 73. Komponen utama minyak atsiri daun cengkeh kering terdiri dari eugenol 79 93% trans-karyofillen 16 97% dan 945 -humullen 1 37%. Hasil uji aktivitas antibaktri menunjukkan bahwa minyak atsiri daun cengkeh kering pada konsentrasi 2% memiliki aktivitas anti bakteri terhadap bakteri Staphylococcus epidermidis sebesar 12 46 1 22 mm dan Pseudomonas aeruginosa sebesar 10 99 1 00 mm dengan kategori kuat. Pada konsentrasi 4% memiliki daya hambat terhadap bakteri Staphylococcus epidermidis yang ditunjukkan oleh diameter zona bening sebesar 14 33 0 78 mm dan Pseudomonas aeruginosa 11 99 1 27 mm dengan kategori kuat.