Skripsi
Kajian numerik perilaku lentur sambungan balok dan kolom bambu laminasi hollow section dengan glue in rod-channel / Rhiski Aprilianto
Abstrak
Bambu laminasi merupakan salah satu rekayasa struktur bambu sebagai pengganti kayu untuk struktur bangunan. Sama seperti halnya pada struktur baja elemen struktur seperti balok dan kolom sehingga diperlukan elemen penyambung. Glue in rod (girod) merupakan salah satu teknik penyambungan yang sedang dikembangan sebagai teknik penyambungan pada bambu laminasi. Penambahan braket channel pada sambungan glue in rod dilakukan untuk mempermudah metode kerja apabila diterapkan pada konstruksi bangunan bertingkat.Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui perilaku lentur pada sambungan glue in rod-channel. Perilaku lentur sambungan tersebut ditinjau dari kekuatan kekakuan daktilitas dan tipe kegagalan pada sambungan. Metode numerik yang digunakan dalam penelitian adalah metode elemen hingga menggunakan program ANSYS Workbench R18.1. Variasi yang digunakan dalam penelitian adalah konfigurasi sambungan (4 girod dan 6 girod) serta diameter baja (6mm 8mm dan 10mm). Selanjutnya hasil simulasi elemen hingga dilakukan validasi menggunakan terori yang relevan.Hasil simulasi elemen hingga menunjukkan bahwa kekuatan dan kekakuan konfigurasi 6 girod lebih tinggi daripada 4 girod. Besarnya kekuatan puncak untuk konfigurasi 6 girod dengan diameter 6mm 8mm dan 10mm berturut-turut adalah 4.22 kNm 6.45 kNm 11.85 kNm. Sedangkan nilai kekakuan untuk konfigurasi 6 girod dengan diameter 6mm 8mm dan 10mm berturut-turut adalah 154.0 kNm/rad 167.1 kNm/rad 178.7 kNm/rad. Model sambungan dengan diameter 6mm dan 8mm telah memenuhi persyaratan daktilitas dari SNI 1729 2020 dengan nilai daktilitas sebesar 2.38 (4D6) 2.06 (6D6) 1.63 (4D8) dan 1.25 (6D8). Semua tipe sambungan tergolong kedalam sambungan sederhana dan juga sambungan non seismik. Tipe kegagalan yang terjadi pada sambungan diameter 6mm dan 8mm adalah putus pada steel rod sedangkan untuk diameter 10mm terjadi gagal layan.