Skripsi
Penerapan model pembelajaran jigsaw untuk meningkatkan hasil belajar matematika siswa kelas X MIA 4 SMA Negeri 1 Kota Bima / Muhammad Ikhlasul Amal
Abstrak
RINGKASAN Amal Muhammad Ikhlasul 2021. Penerapan Model Pembelajaran Jigsaw Untuk Meningkatkan Hasil Belajar Matematika Siswa Kelas X Mia 4 Sma Negeri 1 Kota Bima. Skripsi. S1 Pendidikan Matematika jurusan Matematika Fakultas Matematika dan Ilmu Pengetahuan Alam Universitas Negeri Malang. Pembimbing Drs. Slamet M.Si. Kata kunci model pembelajaran jigsaw hasil belajar. Hasil observasi awal di kelas X Mia 4 SMA Negeri 1 Kota Bima menunjukkan bahwa hasil belajar matematika tersebut masih tergolong rendah. Hal ini ditunjukkan oleh nilai pre-test siswa yaitu hanya 45 83% siswa yang nilainya tuntas atau memenuhi kriteria yang ditetapkan sekolah. Selain itu dari fakta di lapangan diketahui bahwa model pembelajaran yang digunakan oleh guru masih belum bervariasi sehingga berdampak bagi hasil belajar siswa yang masih rendah. Oleh karena itu diperlukan suatu model pembelajaran yang dapat meningkatkan hasil belajar siswa salah satunya yaitu pembelajaran kooperatif tipe Jigsaw. Jenis penelitian ini adalah penelitian tindakan kelas yang dilakukan dalam dua siklus dengan pendekatan kualitatif dan kuantitatif. Tujuan dari penelitian ini adalah untuk mendeskripsikan langkah-langkah pembelajaran kooperatif model Jigsaw yang dapat meningkatkan hasil belajar siswa kelas X Mia 4 SMA Negeri 1 Kota Bima. Berdasarkan penelitian yang telah dilakukan didapatkan langkah-langkah model pembelajaran kooperatif tipe Jigsaw yang dapat meningkatkan hasil belajar siswa kelas X Mia 4 SMA Negeri 1 Kota Bima adalah sebagai berikut. (1) pembentukan kelompok yang dilakukan oleh guru (2) pembagian materi. Dalam setiap kelompok 6 bentuk persamaan logaritma dibagi menjadi 6 yang dibedakan dengan lembar kerja kelompok ahli dengan nomor ahli yang berbeda. Setiap siswa dalam satu kelompok asal mendapatkan lembar kerja kelompok ahli yang berbeda yang berarti mendapat materi yang berbeda sesuai dengan nomor ahli siswa begitu juga dengan materi sifat-sifat logaritma (3) diskusi kelompok ahli (4) diskusi kelompok asal (5) presentasi kelas (6) kuis/tes akhir. Penelitian yang telah dilakukan menunjukkan bahwa persentase banyaknya siswa yang memperoleh nilai akhir lebih dari atau sama dengan 75 mengalami peningkatan yaitu 45 83% pada saat pre-test dan meningkat menjadi 70 83% pada akhir siklus I. Penelitian dilanjutkan ke siklus II karena belum mencapai kriteria keberhasilan. Persentase tersebut kembali meningkat menjadi 90 28% pada akhir siklus II. Peningkatan ini didukung guru yang dapat mengatasi siswa yang pasif pada saat pembelajaran seefektif mungkin dan pada setiap pertemuan guru selalu memberikan siswa berupa soal yang dikerjakan siswa secara individu.