Disertasi
Karakteristik reproduksi representasi visual geometris Mahasiswa dalam menyelesaikan masalah aljabar / Sirajuddin
Abstrak
Reproduksi representasi visual geometris merupakan salah satu aktivitas mental yang melahirkan representasi baru berdasarkan representasi sebelumnya. Reproduksi representasi visual geometris penting dikembangkan bagi mahasiswa. Namun masih sedikit literatur tentang reproduksi representasi visual geometris pada level mahasiswa khususnya dalam menyelesaikan aljabar. Tujuan penelitian ini adalah untuk mendeskripsikan karakteristik reproduksi representasi visual geometris mahasiswa dalam menyelesaikan alajabar. Oleh karena itu penelitian ini menggunakan pendekatan studi kasus dengan jenis penelitian kualitatif. Tugas aljabar dengan tiga bentuk ekspresi aljabar yang dikembangkan untuk menelusuri karakterisasi reproduksi representasi visual gemetris. Sebanyak 126 mahasiswa Pendidikan Matematika berpartisipasi dalam penelitian ini. 10 diantaranya menunjukkan indikasi melibatkan representasi visual geometris. tiga dari sepuluh memenuhi syarat untuk dijadikan subjek penelitian. Analisis data melibatkan analisis perbandingan tetap dengan membandingkan jawaban subjek transkrip think alouds transkrip wawancara dan catatan lapangan. Dari proses analisis data diperoleh dua karakteristik reproduksi representasi visual geometris yakni (1) Direct-geometris terjadi ketika mahasiswa mampu mengasosiasiakan representasi geometris yang sesuai dengan struktur masalah memiliki karakteristik yakni (a) Mahasiswa mengasosiasikan representasi geometris dari permasalahan pada saat melakukan persepsi (b) Mahasiswa mengasumsikan permasalahan ke bentuk sederhana (misalkan sebagai bilangan positif) dan mengubah konteks masalah ke bentuk geometri (misalkan dan sebagi bentuk persegi)pada saat melakukan persepsi. dan (c) Mahasiswa langsung merepresentasikan idenya dengan memvisualisaikan permasalahan yang diberikan pada saat melakukan display. (2) Transisi Geometris terjadi terjadi ketika mahasiswa mampu mengubah pemikirannya dari symbol-sense menjadi visual-sense dengan karakteristik yakni (a) mahasiswa cenderung mentransfer ide dari hasil pengalaman sebelumnya ketika mereka melakukan persepsi (b) Mahasiswa mengasumsikan situasi permasalahan secara sederhana (misalkan sebagai bernilai positif) dan menggunakan representasi perantara (misalkan faktorisasi) pada saat melakukan persepsi dan (c) mahasiswa berupaya memaknai dari informasi verbal pada saat melakukan display yang menyebabkan terjadinya analisa ulang dan konflik kognitif dalam pikirannya hingga menyadari representasi geometris dari permasalahan