Skripsi
Rebranding ma’ayu batik probolinggo sebagai upaya peningkatan brand awareness / R Muhammad Hanafi Imanuddin
Abstrak
Ma Ayu Batik sejak pertama kali didirikan hingga 2021 Ma ayu batik masih belum memiliki brand identity yang konsisten untuk merepresentasikan produk dan Ma Ayu Batik hanya mengandalkan keunggulan dari produk batiknya saja. Terutama pada penerapan logo pun secara teknis penggunaannya berbeda-beda diberbagai media baik media cetak atau online seperti logo diberi elemen tambahan mauapun dikurangi yang berakibat terjadi ketidak konsistenan dalam penerapan ke media. Identitas yang konsisten bertujuan untuk memudahkan konsumen mengenali brand Ma Ayu Batik. Model yang digunakan dalam Rebranding Ma Ayu Batik Probolinggo Sebagai Upaya Peningkatan Brand Awareness dengan metode yang digunakan dalam penelitian mengacu pada metode yang digunakan oleh Alina wheeler. Menggunakan Metode Alina Wheeler karena sesuai dengan permasalahan yang ada dan dapat meningkatkan awareness. Menurut Wheeler (2013) Metode tersebut mempunyai 5 proses yaitu conducting research clarifying strategy designing identity creating touchpoints and Managing assets. Perancangan ini menghasilkan dua media yaitu media utama dan media pendukung. Media utama berupa brand identity dari Ma Ayu Batik Probolinggo berupa logo baru yang sesuai dengan visi dan misinya. Sedangkan media pendukungnya identitas visual dengan media pengaplikasian yang mencakup corporate identity GSM (Graphic Standaard Manual) stationary copywriting dan media promosi.