Tesis
Pengaruh komitmen profesi, dukungan supervisor, dan retaliasi terhadap niat untuk melakukan whistleblowing dengan religiusitas sebagai variabel pemoderasi / Yuli Dwi Jayanti
Abstrak
Kecurangan akuntansi atau yang lebih dikenal dengan istilah fraud dalam dunia bisnis telah menjadi sorotan global dalam beberapa tahun belakangan yang ditandai dengan mencuatnya kasus Enron dan WorldCom di awal tahun 2000. Setelah serangkaian kehancuran korporasi Sarbanes Oxley Act of 2002 (SOX) kemudian dibentuk sebagai upaya perlindungan atas kepentingan investor yang mensyaratkan dalam pengungkapan korporasi harus tunduk pada undang-undang sekuritas dengan melakukan peningkatan akurasi dan keandalan informasi yang diungkapkan. SOX mengharuskan perusahaan publik untuk menerapkan program whistleblowing dalam mendeteksi dan menekan praktik fraud. Penelitian ini bermaksud untuk menganalisis faktor personal individu dan eksternal yang mempengaruhi intensi individu untuk melakukan whistleblowing dengan menggunakan Theory of Planed Behavior. TPB terdiri dari dari tiga anteseden yakni sikap terhadap perilaku (atttitude toward the behavior) norma subyektif (subjective norm) dan kontrol perilaku (perceived behavioral control). Komitmen profesi digunakansebagai konstruk dari variabel sikap dukungan supervisor mewakili norma subjektif dan retaliasi mewakili persepsi kontrol perilaku. Selain itu peneliti menggunakan religiusitas sebagai variabel moderasi. Sampel dalam penelitian ini adalah dosen dan tenaga kependidikan Universitas X di Jawa Timur. Pengumpulan data dilakukan dengan penyebaran kuesioner dan analisis data menggunakan Moderated Regression Analysis (MRA). Hasil analisis data dengan regresi berganda menunjukan bahwa secara parsial komitmen profesi dan dukungan supervisor berpengaruh positif signifikan terhadap niat untuk melakukan whistleblowing dan sesuai dengan hipotesis yang diajukan. Sedangkan retaliasi berpengaruh posistif signifikan terhadap niat untuk melakukan whistleblowing tetapi tidak mampu menjawab hipotesis yang diajukan yakni retaliasi berpengaruh negatif niat untuk melakukan whistleblowing. Pada analisis MRA menunjukkan hasil bahwa religiusitas tidak mampu menjadi memoderasi pengaruh masing-masing variabel independen terhadap niat untuk melakukan whistleblowing.