Skripsi
Praktik pengelolaan keuangan dana Desa Wonokerso / Yosep Kristianus Yuda Irawan
Abstrak
Kristianus Yosep. 2020. Praktik Pengelolaan Keuangan Dana Desa Wonokerso. Skripsi Jurusan Akuntansi Fakultas Ekonomi Universitas Negeri Malang. Pembimbing Bety Nur Achadiyah S.Pd. M.Sc. CSRS Kata Kunci Pengelolaan Dana Desa Pemerintah Desa Wonokerso Akuntabilitas Tekanan Coercive. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui bagaimana praktik pengelolaan Dana Desa pada Desa Wonokerso merespon adanya tekanan Coercive yaitu Undang-undang no 6 tahun 2014 tentang pengelolaan dana desa. Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif studi kasus dengan objek penelitian yang digunakan adalah Pemerintah Desa Wonokerso Kabupaten Malang. Sumber data berasal dari data wawancara dokumentasi dan observasi. Informan yang terpilih adalah para staff/karyawan yang menangani pengelolaan dana desa. Instrumen yang digunakan untuk mengumpulkan data adalah instrumen manusia yaitu peneliti. Untuk pengecekan keabsahan data dilakukan kegiatan triangulasi data. Tahap penelitian yang dilakukan yaitu mendefinisikan dan merancang penelitian menyiapkan dan mengumpulkan data menganalisis dan menyimpulkan. Berdasarkan analisis data diperoleh hasil penelitian 1) Dalam melakukan perencanaan RAPBDesa (Rancangan Anggara Pembangunan dan Belanja Desa) pemerintah Desa Wonokerso membentuk tim perencanaan keuangan unntuk membantu melaksanakan prenecanaan penggunaan dana desa selama satu tahun ekonomi berjalan. Dengan demikian Desa Wonokerso merespon adanya tekanan Coercive. 2) Penerimaan Dana Desa yang dilakukan oleh Desa Wonokerso untuk tahap penerimaan sudah dilakukan sesuai tahap-tahap yang ada dengan besaran presentase yang telah ditetapkan dalam undang-undang. Dengan demikian Desa Wonokerso merespon adanya tekanan Coercive. 3) Pendistribusian Dana Desa yang dilakukan Desa Wonokerso telah dilakukan sesuai dengan jumlah anggaran yang ada dalam RAPBDesa serta sesuai dengan fungsi dari penggunaan Dana Desa dan Alokasi Dana Desa. Tetapi terkadang terjadi pembengkakan HOK yang disebabkan molornya waktu penyelesaian proyek sehingga menyebabkab pendistribusian Dana Desa untuk program kerja selanjutnya mengalami keterlambatan. Dengan demikian Desa Wonokerso belum merespon adanya tekanan Coercive. 4) Laporan keuangan pemerintah Desa Wonokerso diserahkan kepada pemerintah daerah antara lain kepada kepada DPR Bupati Kecamatan dan pihak inspektorat selaku pihak yang mengaudit laporan keuanagan serta dipublikasikan secara online pada SISKIUDES. Dalam hal ini pemerintah Desa Wonokerso merespon adanya tekanan Coercive.