UPT Perpustakaan UM

  • Beranda
  • Informasi
  • Repository UM
  • SIPADU UM
  • OPAC SIPADU

Pencarian Spesifik

Pencarian berdasarkan :

SEMUA Pengarang Subjek ISBN/ISSN Pencarian Spesifik

Pencarian terakhir:

{{tmpObj[k].text}}
No image available for this title

Skripsi

Determinan stunting di kawasan timur Indonesia berdasarkan data Indonesian family life survey 5 / Iing Merillarosa Kharisma Wardani

Wardani, Iing Merillarosa Kharisma - Nama Orang;

Abstrak
Pada tahun 2019 angka stunting di Indonesia sebesar 27 7% angka tersebut masih jauh lebih tinggi dibandingkan dengan batas prevalensi Balita pendek (stunting) yang ditetapkan WHO. Kawasan Timur Indonesia (KTI) merupakan wilayah Indonesia dengan angka kejadian stunting tertinggi. Tujuan penelitian ini yaitu untuk mengetahui dan mengkaji determinan stunting pada anak usia 1-5 tahun (12-60 bulan) di KTI. Penelitian ini menggunakan desain cross-sectional analitik dengan sumber data sekunder Indonesian Family Life Survey 5 (IFLS 5). Subjek penelitian merupakan anak usia 1-5 tahun (12-60 bulan) yang tercatat sebagai responden IFLS 5 dan bertempat tinggal di KTI. Variabel terikat yang diteliti yaitu kejadian stunting. Variabel bebas yang diteliti meliputi karakterstik responden (jenis kelamin tinggi badan ibu tingkat pendidikan ibu dan usia ibu saat hamil) konsumsi sumber pangan hewani riwayat diare anak dan kunjungan Posyandu. Data dianalis secara univariat bivariat dengan uji chi square dan multivariat dengan uji regresi logistik. Analisis bivariat menunjukkan terdapat hubungan yang signifikan antara tinggi badan ibu (p 0 000) tingkat pendidikan ibu (p 0 001) dan usia ibu saat hamil (p 0 045) dengan kejadian stunting. Sementara variabel jenis kelamin (p 0 153) konsumsi pangan hewani (p 0 173) riwayat diare (p 0 801) dan kunjungan Posyandu (p 0 061) tidak berhubungan signifikan. Analisis multivariat menunjukkan bahwa ibu dengan tinggi badan pendek berisiko 2 008 kali memiliki anak stunting (p 0 000 OR 2 008). Ibu dengan tingkat pendidikan rendah berisiko 1 594 kali memiliki anak stunting (p 0 002 OR 1 594). Anak yang tidak berkunjung ke Posyandu berisiko 0 734 kali mengalami stunting (p 0 038 OR 0 734). Variabel yang berhubungan dengan kejadian stunting di KTI meliputi tinggi ibu tingkat pendidikan ibu dan usia ibu saat hamil. Analisis multivariat menunjukkan terdapat pengaruh antara tinggi badan ibu tingkat pendidikan ibu dan kunjungan Posyandu terhadap kejadian stunting pada anak usia 1-5 tahun di KTI.


Informasi Detail
DDC
Rs 649.1 WAR d
Prodi
Universitas Negeri Malang. Program Studi Ilmu Kesehatan Masyarakat, 2021.
Deskripsi Fisik
xiv, 92 lembar : il. ; 30 cm.
Bahasa
Indonesia
No Reg
02042/KI/22
Edisi
Skripsi (Sarjana)--Universitas Negeri Malang. 2021
Subjek
1. GAGAL TUMBUH (STANTING)
2. PETUMBUMBUHAN ANAK
3. FAILURE TO GROW (STUNTING)

Pembimbing
1. Siti Nurrochmah; 2. Dian Mawarni
Lampiran Berkas
You must be logged in to get fulltext


UPT Perpustakaan UM
  • Berita

Tentang Kami

TIM IT Perpustakaan 2023

Cari

masukkan satu atau lebih kata kunci dari judul, pengarang, atau subjek

Donasi untuk SLiMS

Pilih subjek yang menarik bagi Anda
  • Karya Umum
  • Filsafat
  • Agama
  • Ilmu-ilmu Sosial
  • Bahasa
  • Ilmu-ilmu Murni
  • Ilmu-ilmu Terapan
  • Kesenian, Hiburan, dan Olahraga
  • Kesusastraan
  • Geografi dan Sejarah
Icons made by Freepik from www.flaticon.com
Pencarian Spesifik