Skripsi
Aktivitas antifungi ekstrak daun kelor (moringa oleifera lamk.) terhadap pertumbuhan cyphellophora sp. pada tanaman jambu (psidium guajava linn.) secara in vitro / Alfi Nur Faizah
Abstrak
Fungsida sintesis dalam penggunaanya memiliki banyak dampak ngetaif. Fungisida alami berbasis ekstrak tanaman menjadi alternatif untuk pengendalian kapang pathogen. Kelor merupakan tanaman yang berfungsi sebagai fungisida alami karena memiliki senyawa kimia yang berfungsi menghambat pertumbuhan kapang. Embun jelaga disebabkan kapang Cyphellophora sp. devisi Ascomycota. Tujuan dari penelitian ini adalah untuk menguji efektivitas ekstrak kelor dalam berbagai macam konsentrasi terhadap pertumbuhan kapang Cyphellophora sp. Metode yang digunakan adalah dilusi padat yaitu dengan mencampurkan ekstrak daun kelor dengan PDA yang akan diinokulasikan kapang Cyphellophora sp. Perlakuan yang digunakan adalah kontrol positif kontrol negatif (ekstrak daun kelor 0 mg/mL) ekstrak daun kelor 0 25 mg/mL 0 5 mg/mL dan 0 75 m g/mL. Analisis data menggunakan ANOVA tunggal dan dilanjutkan BNT. Hasil presentase penghambatan menunjukkan konsentrasi ekstrak daun kelor terhadap penghambatan pertumbuhan kapang terbaik terdapat pada konsentrasi 0 75 mg/mL dengan rata-rata presentase penghambatan sebesar 74 2%. Senyawa kimia ekstrak daun kelor yang berperan menghambat pertumbuhan kapang belum diketahui sehingga perlu penelitian lebih lanjut