Skripsi
Peran Pemerintah Desa dan sanggar langen sedya utama dalam melestarikan kesenian praburoro, Desa Cluring, Kabupaten Banyuwangi / nur huda fitrianto
Abstrak
Kesenian Praburoro berasal dari dua kata yakni prabu yang berarti raja dan roro atau rara yang berarti perempuan. Jadi Praburoro berarti raja perempuan atau ratu (ratu wedok). Kesenian Praburoro merupakan satu jenis seni dramatari dengan lakon yang dipentasakan bersumber pada Serat Menak yang bertolak dari hikayat Negeri Persia. Tokoh-tokoh dari seni dramatari ini antara lain Rengganis Umar Moyo Lamtanus dan Suwongso. Pusat cerita terletak pada tokoh Dewi Rengganis (seorang ratu istri Suwongso putra Jayengrono dari kerajaan Guparman) sehingga seni drama ini disebut Praburoro yang berarti ldquo ratu perempuan rdquo . Penelitian ini bertujuan untuk menjelaskan keberadaan Kesenian Praburoro di Desa Cluring Kabupaten Banyuwangi.Peran sanggar Langen Sedya Utama dan Pemerintah Desa Cluring dalam melestarikan kesenian Praburoro. Mengetahui faktor pendukung dan penghambat dari upaya pelestarian kesenian oleh Pemerintah Desa Cluring dan Sanggar Langen Sedya Utama dalam melestarikan Kesenian Praburoro. Dalam penelitian ini dilakukan menggunakan metode penelitian kualitatif dengan metode observasi wawancara dan dokumentasi. Rancangan dalam penelitian ini diawali dengan tahap observasi melalui hasil penelitian terdahulu yang dilanjutkan perancangan instrument penelitian yang digunakan untuk wawancara dan pengumpulan data dokumentasi yang berkaitan dengan penelitian dan hasil penelitian menunjukkan bahwa keberadaan kesenian Praburoro berada diusun Kepatihan di Desa Cluring Kabupaten Banyuwangi dan kesenian ini dikelola oleh Sanggar Langen Sedya Utama. Kesenian ini merupakan kesenian pertama yang muncul pada tahun 1930-an dan merupakan salah satu kesenian yang ada di desa Cluring. Peran Sanggar Langen Sedya Utama dan Pemerintah Desa Cluring dalam melestarikan Kesenian Praburoro yaitu dari pihak pemerintah desa sedang melakukan banyak upaya agar kesenian ini tetap ada di desa Cluring salah satunya pemberian bantuan berupa kesempatan untuk tampil di acara-acara desa Cluring dan juga memberikan bantuan dana ke sanggar dan pihak sanggar juga melakukan kegiatan dibagian mengajak kerjasama kepada dinas pariwisata dan juga selalu menawarkan diri kepada masyarakat yang membutuhkan penampilan kesenian tradisional untuk acaranya faktor-faktor yang mempengaruhi pelestarian kesenian ini yaitu alokasi dana desa antusias masyarakat menuru sanggar kehilangan Pakem-nya dan Tidak adanya pelatih yang siap melatih.