Skripsi
Pengembangan media pembelajaran pokok bahasan perkembangan kehidupan di bumi berbasis augmented reality pada mata pelajaran geografi SMA / M Lucky Nurizaman N
Abstrak
Pengembangan media pembelajaran perlu dilakukan seiring dengan cepatnya perkembangan zaman. Salah satunya ialah media pembelajaran geografi berbasis augmented reality. Mata pelajaran geografi khususnya pada materi perkembangan kehidupan di bumi membutuhkan media yang mampu memvisualisasikan kondisi kehidupan pada zamannya. Penggunaan media pembelajaran berbasis augmented reality akan memberikan pengalaman belajar penggabungan dunia nyata dengan tampilan 3 dimensi. Siswa juga akan berperan aktif dalam proses pembelajaran karena terlibat langsung dengan pengoperasian media pembelajaran. Sehingga guru dan siswa akan lebih mudah dalam memahami materi pembelajaran. Penggunaan media pembelajaran berbasis augmented reality akan membuat proses pembelajaran lebih aktif efektif dan efisien. Pengembangan media pembelajaran didasari oleh analisis kebutuhan dari kurikulum karakteristik siswa dan kelemahan media yang sudah ada. Penelitian dan pengembangan menghasilkan produk media pembelajaran berupa aplikasi E-TIME dan poster. prosedur pengembangan menggunakan model pengembangan ADDIE. Produk telah melalui proses validasi oleh validator ahli materi dan validator ahli media. Subjek uji coba terbatas pada kelompok kecil sebanyak 12 orang yang terdiri dari 1 guru mata pelajaran geografi dan 11 siswa XI IPS 1 MA Bilingual Batu. Instrumen pengumpulan data menggunakan angket terbuka dan angket tertutup. Data yang didapat berupa data kualitatif dari penilaian ahli materi dan ahli media serta data kuantitatif dari tanggapan guru dan murid. Teknik analisis data menggunakan analisis deskriptif presentase sesuai prosedur pengembangan yang dilakukan. Produk media dapat digunakan dimana saja dan mudah dioperasikan. Media pembelajaran E-TIME dapat diakses secara offline maupun online dan terdapat link yang berisi tambahan materi berupa video artikel dan gambar. Kelayakan media dinilai dari aspek penggunaan materi dan pengaruh media. Nilai rata-rata pada aspek penggunaan media sebesar 81 77 aspek materi sebesar 87 84 dan aspek pengaruh media sebesar 85 83. Berdasarkan hasil uji coba terbatas dari masing-masing aspek tanggapan dari responden terhadap media pembelajaran menunjukkan kategori layak tanpa revisi. Hasil analisis secara keseluruhan uji coba mendapat skor 616 dengan nilai rata-rata kelayakan secara keseluruhan 85 15% dengan kriteria layak tanpa revisi. Sehingga produk media berbasis augmented reality sudah layak untuk digunakan dalam proses pembelajaran.