Skripsi
Analisis kerusakan jalan menggunakan metode pavement condition index (pci) dan benkelman beam pada ruas pandaan-tretes km sby 46+520 – 48+320 / Madih Tahtal Firdaus Sabila
Abstrak
Jalan raya berfungsi sebagai pendukung aktivitas yang dilakukan oleh masyarakat sehingga memiliki peranan penting dalam pembangunan ekonomi suatu daerah. Tingginya lalu lintas pada jalan raya muatan pada kendaraan yang melintas tidak sesuai dengan daya dukung perkerasan rendahnya kualitas konstruksi dan material serta perencanaan dan pemeliharaan jalan yang tidak memenuhi standar lambat laun akan menurunkan kualitas perkerasan sebelum tercapainya umur layan. Penurunan kualitas perkerasan mengakibatkan kerusakan pada permukaan jalan serta kerusakan secara struktural. Kerusakan jalan menyebabkan turunnya tingkat keamanan kenyamanan dan keselamatan lalu lintas. Oleh karena itu diperlukan survei kerusakan jalan dalam rangka penentuan jenis penanganan yang dibutuhkan. Penelitian ini bertujuan untuk mendeskripsikan tingkat kerusakan jalan pada ruas Pandaan-Tretes KM SBY 46 520 48 320 menggunakan metode PCI dan Benkelman Beam. Tingkat kerusakan dari kedua metode tersebut kemudian dibandingkan berdasarkan jenis penanganan yang dibutuhkan. Jenis penanganan tersebut dapat berupa pemeliharaan rutin pemeliharaan berkala rehabilitasi atau rekonstruksi. Analisis menggunakan metode PCI dilakukan berdasarkan Pedoman Penentuan Indeks Kondisi Perkerasan (IKP) Pd 01-2016-B. Sedangkan untuk metode Benkelman Beam analisis dilakukan berdasarkan Pedoman Perencanaan Tebal Lapis Tambah Perkerasan Lentur dengan Metode Lendutan Pd T-05-2005-B dan Manual Perkerasan Jalan (Revisi Juni 2017) Nomor 04/SE/Db/2017. Data yang digunakan pada penelitian ini merupakan data sekunder yang didapatkan dari CV. Dhiratama Cipta Persada. Hasil dari penelitian ini menunjukkan bahwa tingkat kerusakan jalan pada ruas Pandaan-Tretes KM SBY 46 520 48 320 menggunakan metode PCI adalah baik dengan nilai PCI sebesar 84. Sedangkan dengan menggunakan metode Benkelman Beam dengan nilai CESA sebesar 15.993.785 ESA4 didapatkan nilai lendutan wakil sebesar 2 5232 mm. Dari hasil analisis tingkat kerusakan pada unit sampel menggunakan kedua metode diketahui hanya ada 3 dari 19 unit sampel yang memiliki tingkat kerusakan yang sama dilihat dari jenis penanganan yang dibutuhkan. Berdasarkan tingkat kerusakan jalan secara keseluruhan pada ruas Pandaan-Tretes KM SBY 46 520 48 320 didapatkan jenis penanganan yang berbeda untuk kedua metode yaitu pemeliharaan berkala untuk metode PCI dan rekonstruksi untuk metode Benkelman Beam.