Skripsi
Peace rhetoric: un secretary-general Antonio Guterres\' remarks upon the humanitarian crisis in syria / Ulfa Pratiwi
Abstrak
Perang Suriah adalah satu satu konflit terberat yang mengancam kestabilan keamanan dan perdamaian dunia. Sebagai Sekretaris Jenderal PBB Antonio Guterres berkewajiban untuk minitikberatkan fokus penyelesaian konflik atas dasar perdamaian melalui pernyataan-pernyataannya. Fokus penelitian ini adalah mengenai retorika perdamaian tentang krisis di Suriah yang disampaikan Antonio Guterres tersebut. Penelitian ini memiliki beberapa tujuan yaitu (1) maksud subjek dalam menyampaikan pernyataannya yang berkaitan dengan konsep perdamaian positif dan negatif (2) strategi retorika (3) pola tertentu atau struktur retorika. Beberapa teori diaplikasikan untuk membantu mencapai tujuan-tujuaan tersebut yaitu teori yang berkaitan dengan konsep perdamaain positif dan negatif oleh Johan Galtung RDA (Rhetorical Discourse Analysis) retorika klasik (ethos logos pathos) analisis mood dalam SFG (Systemic Functional Grammar) dan identifikasi kata ganti personal. Penelitian ini menggunakan pendekatan deskriptif-kualitatif. Data yang digunakan didapat dari kanal Youtube resmi PBB (https //www.youtube.com/ playlist list PLFD5D1297 3E82F002). Terdapat 9 video subjek yang membahas tentang krisis Suriah. Data dalam bentuk tulisan dari 9 video yang terpilih 7 diantaranya diambil dari closed caption Youtube dan situs resmi content statement PBB. Sedangkan 2 yang terakhir ditranskrip oleh peneliti menggunakan aplikasi InqScribe. Instrument penelitian lain yang digunakan dalam penelitian ini adalah AntConc. Instrument ini adalah aplikasi yang digunakan peneliti untuk mendeteksi frekuensi kata ganti personal dan mengaitkannya dengan strategi ethos. Hasil dari analisis mood yang mana didominasi oleh deklaratif mood menunjukkan bahwa maksud dari subjek dalam menyampaikan gagasannya tentang perdamaiaan positif dan negatif adalah untuk menggungkapkan informasi yang terpercaya dan agar para pendengar melakukan hal-hal tertentu sesuai harapan subjek. Fokus utama subjek lebih mengarah pada konsep perdamaian positif (situasi damai dalam kurun waktu lama). Sebagai pimpinan PBB subjek menggunakan strategi ethos dalam bentuk karakter terpuji kekuasaan dan kredibilitas. Hal ini tercermin dalam penggunaan kata ganti lsquo I rsquo dan lsquo We rsquo . Dengan meninjau stuktur dari bagaimana subjek menyusun konsep perdamaian positif dan negative tiga mode persuasi (ethos pathos dan logos) memainkan peran yang penting. Mengenai hubungannya dengan teori RDA maka bisa disimpulkan bahwa pendekatan retorika (makro-proses) dan unsur-unsur kebahasaan (mikro-proses) adalah fakto-faktor penting dalam menciptakan pidato atau pernyataan-pernyatan yang bersifat informatif dan terpercaya.