Skripsi
EFL students\' perceptions and constraints toward the use of english self-access centre (esac) UM / Nor Rahma Sukowati
Abstrak
Menjadi pelajar mandiri adalah tujuan utama bagi mahasiswa sarjana terutama bagi mahasiswa Bahasa Inggis. Karena hal ini beberapa universitas telah meningkatkan beragam fasilitas untuk membantu meningkatkan kemandirian mahasiswa. Salah satu caranya dengan menyediakan English Self-Access Centre (ESAC). Di jurusan Pendidikan Bahasa Inggris Universitas Negeri Malang ESAC menurut katalog departemen 2019 (Fakultas Sastra Universitas Negeri Malang 2019) dilengkapi dengan ruang komputer audio ruang baca ruang TV / Media tempat mengobrol. Selain itu ESAC dirancang secara artistik untuk membuat mahasiswa EFL merasa senang dan lebih termotivasi untuk belajar. Namun kendala dalam mengimplementasikan beragam program termasuk ESAC merupakan hal yang sangat wajar. Beberapa mahasiswa EFL juga akan menghadapi berbagai kendala dalam menggunakan ESAC. Jika mahasiswa tidak mampu mengatasi kendala ini maka hal tersebut akan menghambat perkembangan belajarnya. Karena yang demikian penelitian ini ditujukan untuk mengeksplorasi lebih terkait persepsi dan kendala mahasiswa terhadap penggunaan ESAC UM. Penelitian Ini menerapkan desain deskriptif yang digunakan untuk mendapatkan lebih banyak informasi mengenai fenomena tertentu. Hasil penelitian dijelaskan secara kualitatif. Di Jurusan Bahasa Inggris sendiri ada enam kelas. Jurusan ini dibagi menjadi dua program studi yaitu Bahasa Inggris dan Pengajaran (ELT) dan Bahasa Inggris dan Sastra (ELL). Karena besarnya jumlah siswa EFL peneliti hanya mengambil mahasiswa yang berada di semester tiga dan mengunjungi ESAC minimal tiga kali dalam seminggu. Untuk mempersempit penelitian ini terbatas hanya untuk 57 mahasiswa baik dari program studi ELT dan ELL. Data dikumpulkan dengan menggunakan dua instrumen yang terdiri dari kuesioner dan wawancara. Pertama kuesioner bertanya terkait persepsi mahasiswa terhadap ESAC. Kuesionernya terdiri dari tiga sub kategori. Kemudian kuesioner dihitung menggunakan skala 4 poin Likert yakni lsquo Sangat Setuju rsquo lsquo Setuju rsquo lsquo Tidak Setuju rsquo lsquo Sangat Tidak Setuju rsquo . Kuesionernya dibagikan pada hari Sabtu 20 Juli sampai 30 Juli 2019. Setelah menghitung skornya data tersebut dikategorikann ke dalam beberapa level yakni lsquo Kurang rsquo lsquo Cukup rsquo lsquo Rata- Rata rsquo lsquo Baik rsquo lsquo Luar Biasa rsquo . Kedua pertanyaan wawancara terdiri dari 6 sub kategori. Wawancaranya terdiri dari 12 mahasiswa yang mendapat skor tinggi pada data pertama. Setelah menganalisis data tersebut hasil dari pertanyaan pertama menunjukkan bahwa persepsi mahasiswa terhadap ESAC dikategorikan kedalam level baik. Ini adalah hal yang memberikan indikasi bagus bahwasannya mahasiswa menilai ESAC dapat membantu mereka untuk menguasai skill Bahasa Inggris dan menjadi pembelajar mandiri juga. Kemudian hasil dari pertanyaan kedua menunjukkan bahwa beberapa mahasiswa belum mampu untuk menghadapi beragam kendala dalam menggunakan ESAC. Ini menjadi sebuah permasalahan yang penting yang mana menyebabkan mahasiswa tersebut terhambat dalam mengeksplorasi ESAC secara maksimal. Hal ini menjadikan mahasiswa tersebut tidak dapat meningkatkan kemampuan Bahasa Inggris mereka melalui ESAC. Kesimpulannya pada penelitian ini dapat dilihat bahwa persepsi dan kendala mahasiswa terhadap penggunaan ESAC dapat memberikan dampak yang besar pada perkembangan belajarnya. Berdasarkan penemuan dalam penelitian dibuatlah beberapa saran. Untuk jurusan Bahasa Inggris penelitian ini diharapkan akan bermanfaat untuk menginformasikan tentang persepsi dan kendala mahasiswa terhadap penggunaan ESAC UM. Untuk para dosen penelitian ini dapat dijadikan sebagai akses untuk mengukur seberapa ESAC digunakan dan apa yang sudah dicapai. Karena penelitian ini hanya dibatasi untuk persepsi dan kendala mahasiswa dalam penggunaan ESAC saja maka sangat direkomendasikan untuk peneliti mendatang menginvestigasi isu yang berkaitan dalam cakupan konteks yang lebih luas.