Skripsi
EFL students\' perception of the use of ICT for self regulated language learning / Diyah Apriyanti
Abstrak
RINGKASAN Apriyanti Diyah. 2020. Persepsi Mahasiswa Jurusan Sastra Inggris terhadap Penggunaan TIK dalam Pembelajaran Bahasa Inggris secara Mandiri. Skripsi Jurusan Sastra Inggris Fakultas Sastra Universitas Negeri Malang.Pembimbing (I) Prof. Dr. Nur Mukminatien M.Pd. (II) Rahmati Putri Yaniafari S.Pd. M.Pd. Kata kunci siswa EFL TIK pembelajaran mandiri Pembelajaran mandiri menjadi hal yang penting di dunia pendidikan karena hal ini termasuk dalam salah satu kunci kesuksesan dalam belajar. Pembelajaran mandiri merupakan sebuah proses di mana siswa secara aktif mengatur tingkah laku dan motivasi mereka untuk mencapai tujuan belajar yang telah mereka tentukan sendiri. Pendidikan tingkat tinggi berkaitan erat dengan pembelajaran mandiri. Pembelajaran bahasa Inggris secara mandiri di luar kelas tidak dapat dipisahkan dari penggunaan teknologi. Pembelajaran berbasis teknologi juga mendapat tanggapan positif dari siswa. Oleh karena itu banyak penelitian yang mengidentifikasi penggunaan teknologi dalam pembelajaran mandiri siswa. Namun penelitian tentang ini belum pernah dilaksanakan di Indonesia. Maka dari itu penelitian ini dilaksanakan dengan tujuan mengidentifikasi penggunaan teknologi untuk pembelajaran bahasa Inggris secara mandiri berdasarkan persepsi mahasiswa di Indonesia. Fokus penelitian ini adalah untuk mengidentifikasi persepsi mahasiswa Jurusan Sastra Inggris terhadap penggunaan TIK untuk pembelajaran bahasa Inggris secara mandiri yang mencakup enam faktor regulasi komitmen tujuan regulasi metakognisi regulasi afeksi regulasi hubungan sosial regulasi sumber daya dan regulasi pembelajaran budaya. Penelitian ini menggunakan rancangan penelitian survei dengan kuesioner online sebagai instrumen penelitiannya. Subjek dalam penelitian ini adalah 110 mahasiswa Jurusan Sastra Inggris di Universitas Negeri Malang tahun akademik 2019/2020 dan dipilih melalui convenience sampling. Data yang terkumpul dianalisis untuk menemukan frekuensi dan persentase respon dari mahasiswa terhadap keenam faktor tersebut. Hasil penelitian menunjukkan bahwa 86.2% mahasiswa memiliki persepsi positif terhadap penggunaan TIK untuk regulasi komitmen tujuan sumber daya afeksi dan pembelajaran budaya. Sementara itu hanya 68.5% yang memberikan persepsi positif terhadap penggunaan TIK untuk regulasi hubungan sosial dan metakognisi. Berdasarkan hasil penelitian ini dosen disarankan untuk memberikan pengertian agar mereka sadar bahwa penggunaan TIK untuk regulasi koneksi sosial dan metakognisi dapat membantu mereka memperoleh capaian belajar yang lebih baik dan memberikan pendekatan yang tepat. Contohnya dengan memberikan tugas kepada mahasiswa untuk berkomunikasi dengan penutur asli bahasa Inggris tentang topik tertentu atau memberikan mereka lembar kerja yang berisi instruksi dan pertanyaan tentang kontrol metakognisi. Peneliti selanjutnya disarakan untuk melakukan penelitian ini dengan populasi yang berbeda atau merancang pelatihan yang sesuai agar mahasiswa dapat meningkatkan penggunaan TIK untuk regulasi hubungan sosial dan metakognisi.