UPT Perpustakaan UM

  • Beranda
  • Informasi
  • Repository UM
  • SIPADU UM
  • OPAC SIPADU

Pencarian Spesifik

Pencarian berdasarkan :

SEMUA Pengarang Subjek ISBN/ISSN Pencarian Spesifik

Pencarian terakhir:

{{tmpObj[k].text}}
No image available for this title

Skripsi

Transformasi novel perburuan karya pramoedya ananta toer ke dalam film garapan sutradara Richard oh: kajian alih Wahana / Maulida Bulqisa

Bulqisa, Maulida - Nama Orang;

Abstrak
RINGKASAN Bulqisa Maulida. 2021. Transformasi Novel Perburuan Karya Pramoedya Ananta Toer Ke Dalam Film Garapan Sutradara Richard Oh Kajian Alih Wahana. Skripsi. Jurusan Sastra Indonesia. Fakultas Sastra. Universitas Negeri Malang. Pembimbing Dr. Taufik Dermawan M. Hum. Kata kunci Transformasi Novel Perburuan Ekranisasi Penelitian ini bertujuan untuk mendeskripsikan bentuk-bentuk transformasi dalam unsur intrinsik dan dampak transformasi dari novel Perburuan ke film Perburuan dengan meggunakan proses ekranisasi. Fokus penelitian ini adalah perubahan unsur-unsur dalam proses ekranisasi novel Perburuan yang meliputi 1) tokoh dan penokohan 2) alur 3) latar 4) tema 5) gaya bercerita 6) dampak transformasi dalam struktur tiga babak dan 7) dampak transformasi dalam estetika antara novel dan film Perburuan. Penelitian ini didasari pemikiran bahwa kreativitas dalam ranah sastra tidak hanya pada penciptaan karya baru tetapi juga dapat dilakukan pada karya lama dengan melakukan pengubahan yang sesuai dan tidak melanggar etika. Pendekatan yang sesuai dengan penelitian ini adalah pendekatan kualitatif yang memaparkan data secara deskriptif. Instrumen utama penelitian ini adalah peneliti sendiri sebagai pelaku seluruh kegiatan penelitian mulai dari pengumpul penganalisis dan pelapor hasil. Sumber data penelitian ini adalah novel Perburuan karya Pramoedya Ananta Toer dengan tebal 163 halaman dan film Perburuan yang disutradarai oleh Richard Oh dengan durasi 120 menit. Penelitian ini dilakukan dengan teknik pengumpulan data membaca menonton dan mencatat data-data dari sumber data novel dan film. Data dianalisis dengan teknik analisis intertekstual dan proses ekranisasi. Penelitian ini juga menunjukkan bahwa beberapa film masih memperhatikan ide cerita alur dan sejumlah peristiwa dan novel yang diekranisasi untuk mencapai tujuan dan tidak mengubah isi dalam cerita. Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa karya sastra bukan hanya muncul secara tekstual dalam bentuk novel melainkan telah melampaui batas tekstual. Penulis melakukan penelitian dalam beralihnya novel ke media lain yaitu film yang disebut dengan transformasi ini menggunakan kajian alih wahana. Dalam kajian alih wahana terdapat proses ekranisasi yang menunjukkan 1) proses ekranisasi novel Perburuan menjadi film Perburuan melalui tiga tahap yaitu penciutan penambahan dan perubahan-perubahan bervariasi. Penciutan meliputi tokoh Ramli dan Emak dihilangkan pada film namun ada dalam novel selain tokoh terdapat pula penciutan pada latar yaitu pendopo lurah Kaliwangan dan jalanan kampung. Lalu terdapat penambahan pada tokoh dan latar yang cukup banyak hal tersebut dilakukan oleh sutradara untuk kebutuhan film agar tujuan dan pesannya tersampaikan dengan baik. Selanjutnya pada perubahan alur dan tema pada kedua media ini tidak terdapat perubahan yang signifikan yaitu dengan alur maju dan tema mayor pencerminan diri serta tema minor roman aksi dan pemberontakan. Pada gaya bercerita dalam novel dan film sama-sama menggunakan bahasa yang formal dan heroisme sebagai cerminan kehidupan pada masa penjajahan Jepang di Indonesia. 2) dampak transformasi terjadi dalam dua aspek yaitu aspek struktur tiga babak dan aspek estetika resepsi. Pada aspek struktur tiga babak terdapat perubahan pada novel dan film seperti dalam babak satu adanya perbedaan tahap pengenalan antara novel dan film dengan menampilkan kedatangan Kartiman yang membawa pesan mengenai ketidak setujuan Bung Karno terhadap rencana pemberontakan yang akan dipimin oleh Shodanco Supriyadi hal tersebut dilakukan untuk mencapai tujuan sutradara dalam menciptakan film yang mendidik dan mengajak para penonton mengenang mengenai sejarah Indonesia. Kemudian pada aspek estetika film. Dampak transformasi dalam segi estetika ini mengakibatkan adanya perubahan pada alur cerita yang menyebabkan adanya perbedaan interpretasi terhadap tokoh akting tokoh dan latar. Seperti halnya terjadinya penambahan penciutan perubahan bervariasi dan perbedaan sturktur cerita dari novel ke film. Hal tesebut terjadi karena resepsi sutradara sebagai pembaca novel dan skenario memiliki kebebasan dalam menginterprtasikan sesuatu namun tetap tidak melenceng pada kaidah yang berlaku dan hal ini pula dilakukan untuk mencapai segala kebutuhan seperti kebutuhan durasi yang terbatas kebutuhan media kelogisan cerita dan kebutuhan komersial.


Informasi Detail
DDC
Rs 809.3 BUL t
Prodi
Universitas Negeri Malang. Program Studi Bahasa dan Sastra Indonesia, 2021.
Deskripsi Fisik
xi, 147 lembar : il. ; 30 cm.
Bahasa
Indonesia
No Reg
01031/KI/22
Edisi
Skripsi (Sarjana)--Universitas Negeri Malang. 2021
Subjek
1. NOVEL - ALIH WAHANA
2. NOVEL - EKANI SASI
3. NOVEL - TRANSFER WAHANA

Pembimbing
1. Taufik Dermawan
Lampiran Berkas
You must be logged in to get fulltext


UPT Perpustakaan UM
  • Berita

Tentang Kami

TIM IT Perpustakaan 2023

Cari

masukkan satu atau lebih kata kunci dari judul, pengarang, atau subjek

Donasi untuk SLiMS

Pilih subjek yang menarik bagi Anda
  • Karya Umum
  • Filsafat
  • Agama
  • Ilmu-ilmu Sosial
  • Bahasa
  • Ilmu-ilmu Murni
  • Ilmu-ilmu Terapan
  • Kesenian, Hiburan, dan Olahraga
  • Kesusastraan
  • Geografi dan Sejarah
Icons made by Freepik from www.flaticon.com
Pencarian Spesifik