Skripsi
Implementasi gerakan literasi sekolah (gls) pada tahap pembelajaran sejarah kelas x-xi ipa/ips di SMA Negeri 2 Kota Mojokerto tahun pelajaran 2020-2021 / Achmad Dicky Setyawan
Abstrak
Gerakan Literasi Sekolah berdasarkan Peraturan pemerintah nomor 23 tahun 2015 tentang Memperkuat Gerakan Penumbuhan Budi Pekerti menjadi kewajiban untuk melaksanakannya disetiap sekolah. Kegiatan ini juga didasarkan survey dari Programme for International Student Assesment (PISA) dan Progress in International Reading Literacy Study (PIRLS) tahun 2017 yang menunjukkan bahwa Indonesia memiliki kemampuan literasi yang rendah. Sekolah diharapkan mampu melaksanakan kegiatan GLS dengan menyediakan fasilitas yang mendukung namun dalam kenyataan fasilitas yang mendukung tetap belum bisa terlaksana dengan baik jika tidak didukung dengan sumber daya manusia itu sendiri. Fokus penelitian ini adalah mengkaji bagaimana pelaksanaan GLS Tahap Pembelajaran pada Matapelajaran Sejarah di SMA Negeri 2 Kota Mojokerto dan apa saja faktor pendukung dan penghambat GLS Tahap Pembelajaran pada Matapelajaran Sejarah di SMA Negeri 2 Kota Mojokerto. Kota Mojokerto merupakan kota terkecil di Indonesia yang berdekatan dengan berbagai peninggalan bersejarah salah satunya Museum Trowulan Mojokerto. Hal ini menjadikan perlunya mengetahui tingkat literasi di sekolah Kota Mojokerto. Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif desktiptif. Langkah-langkah penelitian yang dilalukan adalah (1) Pengumpulan data kegiatan ini dilakukan dengan cara wawancara dengan guru sejarah kepala perpustakaan dan siswa pengamatan langsung pembelajaran sejarah dokumen pendukung seperti dokumentasi GLS dan program kerja GLS dan angket untuk mengetahui tanggapan siswa. (2) Analisis data kegiatan ini dilakukan dengan reduksi data penyajian data dan penarikan kesimpulan yang dilakukan secara terus menerus. (3) pengecekan keabsahan data kegiatan ini dilakukan dengan Teknik triangulasi sumber teknik dan waktu berdasarkan hasil pengumpulan data untuk mengetahui hal-hal yang berkaitan dengan GLS pada matapelajaran sejarah. Hasil penelitian menunjukan bahwa pelaksanaan Gerakan literasi dapat dilihat dari perencanaan dan proses pembelajaran yang dilakukan oleh ketiga guru sejarah. Pada perencanaan literasi guru menekankan pada pendekatan saintifik Pelaksanaan literasi pada pembelajaran sejarah di SMA Negeri 2 Kota Mojokerto berbeda-beda yaitu Literasi Membaca Literasi Menulis Literasi Berbicara dan Literasi Digital. Berbagai faktor yang mempengaruhi pelaksanaan GLS yaitu (1) faktor pendukung (a) Fasilitas penunjang literasi yang telah memadahi seperti perpustakaan pojok baca kelas gazebo serta wifi yang dapat digunakan untuk belajar mandiri. (b) Lingkungan sekolah yang mendukung literasi seperti dibentuknya Tim Pelaksana Literasi mengadakan kegiatan-kegiatan penunjang literasi memberikan penghargaan terkait literasi kepada siswa. (c) Guru sejarah yang dapat memandu kegiatan literasi dalam pembelajaran sejarah. (2) faktor penghambat (a) Alokasi waktu pembelajaran yang berkurang menjadi 60 menit setiap pembelajaran. (b) Pengawasan belajar mandiri siswa pada saat pembelajaran daring.dan kemampuan siswa yang berbeda-beda.