Skripsi
Pengembangan panduan coping self-talk untuk mengendalikan agresifitas kecemasan dan kegairahan untuk meningkatkan performansi non-akademik siswa atlet / Muhammad Adnan Cholil
Abstrak
Performansi non-akademik adalah usaha dan kemampuan yang dimiliki individu dalam mencapai prestasi dalam bidang non ilmiah. Ada beberapa hal yang menghambat performansi yang dimiliki oleh atlet yaitu agresivitas kecemasan dan kegairahan. Ketiga hal tersebut merupakan salah satu dimensi psikis dalam aktivitas jasmani dan olahraga yang merupakan bagian terpenting dalam penampilan peserta didik atau atlet. (Mylsidayu 2018) . Coping self-talk adalah suatu tindakan kontrol diri untuk mengatasi self-talk negatif yang muncul pada diri individu ketika sedang melakukan kegiatan. Ketika memberikan layanan konselor perlu mempertimbangkan tugas perkembangan yang dilalui siswa. Siswa diharapkan mampu mengekspresikan perasaan atas dasar pertimbangan konstekstual dan mampu menyelesaikan konflik baik dengan diri sendiri maupun orang lain. Dalam hal ini konselor membantu konseli dalam menganalisis kekuatan dan kelemahan diri yang nantinya konseli mampu memahami menerima dan mengarahkan diri serta dapat mengambil keputusan yang tepat. Sehingga siswa atlet mampu mengendalikan dan mengembangkan performansi mereka. Tujuan dari penelitian pengembangan ini adalah untuk menghasilkan produk panduan coping self-talk untuk mengendalikan agresifitas kecemasan dan kegairahan untuk meningkatkan performansi non-akademik siswa atlet. Hasil akhir penelitian dan pengembangan ini dapat digunakan oleh konselor sekolah untuk memberikan layanan bimbingan kelompok untuk mengendalikan agresifitas kecemasan dan kegairahan untuk meningkatkan performansi non-akademik siswa atlet di SMA Negeri 8 Malang yang menjadi tempat penlitian dan pengembangan ini. Konselor/guru BK di SMA Negeri 8 Malang belum pernah memberikan layanan bimbingan untuk mengendalikan agresifitas kecemasan dan kegairahan untuk meningkatkan performansi non-akademik siswa atlet. Metode yang digunakan pada penelitian dan pengembangan ini diadaptasi dari langkah-langkah penelitian Borg dan Gall (1983) yang berisi sepuluh langkah namun yang digunakan pada penelitian dan pengembangn ini hanya melakukan enam langkah. Keenam langkah tersebut adalah 1) Penelitian dan pengumpulan data 2) Perencanaan 3) Pengembangan draf produk 4) Uji coba lapangan awal 5) Merevisi hasil uji coba 6) revisi produk. Penelitian dan pengembangan ini menunjukkan bahwa panduan yang dikembangkan peneliti memiliki nilai keberterimaan yang tinggi. Aspek kebeterimaan yang dinilai pada uji ahli media dan materi adalah aspek ketepatan kegunaan kemenarikan dan kemudahan. Hasil yang lebih rinci dapat dilihat pada hasil validasi ahli media dan materi yang menunjukkan bahwa produk yang dikembangkan pada penelitian ini layak digunakan dengan presentase (1) ahli media sebesar 98% yang dapat diartikan bahwa panduan valid dan layak digunakan (2) ahli materi sebesar 85% yang dapat diartikan bahwa panduan valid dan layak digunakan. Didasarkan pada hasil penelitian dan pengembangan yang telah dilakukan yaitu Pengembangan Panduan Coping Self-Talk untuk Mengendalikan Agresifitas Kecemasan dan Kegairahan untuk Meningkatkan Performansi Non-Akademik Siswa Atlet layak digunakan dan telah memenuhi seluruh aspek keberterimaan. Saran bagi konselor yaitu memahami dan mempelajari panduan coping self-talk agar konselor dapat memberkan layanan BK secara maksimal. Bagi peneliti selanjutnya produk ini belum sampai pada uji coba lapangan oleh karena itu disarankan untuk melanjutkan sampai pada tahap lebih lanjut pada metode penelitian dan pengembangan.