Skripsi
Faktor yang paling dominan pada kecelakaan kerja dan identifikasi risiko menggunakan metode hirarc pada gedung saintek UINSA Surabaya / DWIHAM HERLAMBANG
Abstrak
Faktor Yang Paling Dominan Pada Kecelakaan Kerja Dan Identifikasi Risiko Menggunakan Metode HIRARC Pada Gedung SAINTEK UINSA Surabaya Dwiham Herlambang1 Isnandar 2 dan Tri Kuncoro 3 1Universitas Negeri Malang email dwiham.herlambang1805236 students.um.ac.id 2Universitas Negeri Malang email isnandar.ft um.ac.id 3Universitas Negeri Malang email tri.kuncoro.ft um.ac.id Abstrak Keselamatan dan Kesehatan Kerja (K3) tidak hanya menjadi masalah bagi pekerja tetapi juga bagi pengusaha atau pimpinan sebagai pemilik usaha. Dalam Proyek gedung SAINTEK UINSA Surabaya penyimpangan keselamatan kesehatan dan kerja (K3). Gedung dengan 9 lantai ini memiliki beberapa indikasi yang mengarah kepada penyimpangan keselamatan kesehatan dan kerja (K3) yaitu terdapat beberapa pekerjaan yang perlu perhatian khusus terlibat Keselamatan Kesehatan dan Kerja (K3). Digunakannya metode HIRARC karena dianggap cocok untuk mengidentifikasi bahaya yang paling dominan melakukan penilaian risiko dan menerapkan rekomendasi pengendalian risiko pada gedung SAINTEK UINSA. Tujuan dilakukan penelitian 1) Mengetahui Faktor apa paling dominan yang berpotensi menyebabkan kecelakaan kerja pada pelaksanaan proyek pembangunan gedung SAINTEK UINSA Surabaya 2) Mengetahui Identifikasi risiko apa saja yang berpotensi menyebabkan kecelakaan kerja pada pelaksanaan proyek pembangunan gedung SAINTEK UINSA Surabaya 3) Mengetahui Penilaian risiko apa saja yang berpotensi menyebabkan kecelakaan kerja pada pelaksanaan proyek pembangunan gedung SAINTEK UINSA Surabaya 4) Mengetahui Pengendalian risiko apa saja yang berpotensi menyebabkan kecelakaan kerja pada pelaksanaan proyek pembangunan gedung SAINTEK UINSA Surabaya. Jenis penelitian ini yaitu deskriptif. Penelitian dilakukan untuk mengetahui nilai suatu variabel bebas yang dapat berupa satu atau banyak variabel tanpa perbandingan atau berhubungan dengan variabel lain. Data yang digunakan merupakan data kuantitatif yaitu hasil observasi (pengamatan) dan wawancara terhadap responden atas sesuatu hal yang bisa dinyatakan dalam angka (numerik). Teknik analisis yang digunakan adalah analisis faktor. Hasil analisis didapatkan 1) Faktor paling dominan yaitu pekerjaan kolom dengan nilai korelasi faktor sebesar 0.962 dan pekerjaan balok dengan nilai korelasi faktor sebesar 0.812 2) Dalam Identifikasi Risiko/ Hazard Identification (HI) ada 6 pekerjaan yang diuji dengan metode HIRARC 3) didapatkan 2 pekerjaan yang memiliki tingkat risiko Extreme Risk dan 4 pekerjaan yang memiliki tingkat risiko High Risk 4) pekerjaan pengecoran balok serta pekerjaan pengecoran kolom yang memasuki tingkat tingkat Extreme Risk level turun menjadi High Risk level dan pekerjaan pembesian balok dan kolom serta pekerjaan bekisting balok dan kolom yang memasuki tingkat tingkat High Risk Level turun menjadi Moderate Risk level. Kata Kunci HIRARC Analisis Faktor Keselamatan Kesehatan dan Kerja (K3)