Skripsi
Analisis tingkat kerusakan komponen bangunan Perumahan Singhamerta Residence, Kec. Wagir, Kab. Malang pasca serah terima dari developer / Ibnu Mas\'ud Faidhoni
Abstrak
ABSTRAK Faidhoni Ibnu Mas rsquo ud. 2021. Analisis Tingkat Kerusakan Komponen Bangunan Perumahan Singhamerta Residence Kec. Wagir Kab. Malang Pasca Serah Terima dari Developer. Pembimbing (I) Dr. R. Machmud Sugandi S.T. M.T. (II) Dr. Imam Alfianto S.T. M.T. Kata Kunci Tingkat Kerusakan Komponen Bangunan Perumahan Singhamerta Residence Penelitian kerusakan bangunan ini terdapat di kecamatan Wagir yaitu Perumahan Singhamerta Residence yang memiliki total luas kawasan mencapai 20 hektar. Banyak unit perumahan di Singhamerta Residence yang ditemukan memiliki masalah kelayakan baik dari segi konstruksi maupun fungsi. Diantara masalah tersebut adalah ditemukan atap bocor di beberapa unit cat dinding yang cepat mengelupas terjadi tampias air hujan kedalam ruangan terjadi pluntir dan keropos di kusen pintu dan jendela handle pintu yang cepat berkarat dan patah dinding yang rembes tidak adanya sloof pada konstruksi bawah bangunan. Disisi lain perumahan Singhamerta Residence merupakan satu-satunya perumahan yang memiliki umur yang cukup lama dibandingkan perumahan-perumahan disekitarnya. Perumahan ini sudah berdiri sekitar 4 tahun masih tergolong baru dengan harga rumah yang relatif standart yaitu 250-300 juta. Dibandingkan dengan Perumahan Puri dengan umur harga dan spesifikasi yang relatif sama namun memiliki kualitas yang layak. Penelitian ini masuk dalam kategori penelitian deskriptif. Data didapatkan dari hasil angket yang berisi tentang luasan kerusakan komponen bangunan dengan rentang skor 1-5 poin. Tahap dari prosedur penelitian yaitu (1) Menentukan tingkat kerusakan atap bangunan Perumahan Singhamerta Residence Kec. Wagir Kab. Malang pasca serah terima dari developer. (2) Menentukan tingkat kerusakan dinding dan lantai bangunan Perumahan Singhamerta Residence Kec. Wagir Kab. Malang pasca serah terima dari developer. Dari hasil analisis data diperoleh 2 simpulan yaitu (1) Untuk penjumlahan seluruh kerusakan pada sub-komponen atap bangunan atau persentase nilai intensitas sebesar 4.03% maka nilai persentanse bobot tingkat kerusakan komponen atap bangunan tersebut sebesar 0.44%. (2) Untuk penjumlahan seluruh kerusakan pada sub-komponen bangunan atau persentase nilai intensitas sebesar 10.01% maka nilai persentanse bobot tingkat kerusakan bangunan tersebut sebesar 2.34%. Berdasarkan hasil penelitian disarankan (1) Pemilik Rumah/Owner lebih kritis apabila harga terjangkau dianjurkan untuk mencari referensi spesifikasi rumah yang baik dan mempertimbangkan kredibilitas (2) Pelaku industri properti khususnya perumahan komponen dinding bangunan yang perlu diperhatikan dalam pekerjaan konstruksi untuk meminimalisir kerusakan. (3) Agar dapat dibuat instrumen penilaian kerusakan komponen bangunan perumahan (tempat tinggal) yang dibakukan untuk mempermudah penilaian untuk referensi spesifikasi rumah.