Skripsi
Peningkatan nilai overall equipment effectiveness mesin stone crusher dengan menggunakan pendekatan total productive maintenance (studi kasus PT. Brantas Abipraya) / Diva Odilia Shafitri
Abstrak
PT. Brantas Abipraya (Persero) ndash Abipraya Beton merupakan salah satu perusahaan Badan Usaha Milik Negara (BUMN) yang bergerak di bidang konstruksi. Permasalahan yang saat ini sedang dihadapi perusahaan Abipraya Beton adalah loss time mesin yang besar pada mesin stone crusher. Selain itu mesin stone crusher dianggap belum dapat memenuhi kuantitas dan kualitas yang diharapkan oleh perusahaan. Ouput dari mesin stone crusher adalah agregat yang menjadi salah satu bahan utama dalam pembuatan beton atau concrete. Berdasarkan permasalahan yang terjadi maka tujuan dari penelitian ini adalah untuk meningkatkan efektivitas mesin stone crusher dengan menggunakan pendekatan Total Productive Maintenance (TPM). Penelitian ini menggunakan data sekunder berupa data historis dari mesin stone crusher pada periode Agustus 2018-Agustus 2020 yang meliputi data pemeliharaan data waktu kinerja dan data produksi. Tahapan pertama dari penelitian ini yaitu menghitung nilai Overall Equipment Effectiveness (OEE) dan mengetahui faktor-faktor yang mempengaruhi nilai OEE dengan menghitung six big losses. Setelah itu menggunakan diagram pareto untuk mengetahui faktor-faktor dari six big losses yang memiliki total time losses terbesar. Tahap selanjutnya menganalisa bentuk kemungkinan terjadinya kerusakan dengan menggunakan diagram fishbone dan Failure Mode and Effect Analysis (FMEA) sehingga dapat diusulkan perbaikan dan strategi pemeliharaan berdasarkan delapan pilar pendukung TPM. Nilai standar dunia OEE yang dirumuskan oleh Japan Institute of Plant Maintenance (JIPM) yaitu sebesar 85%. Namun berdasarkan hasil pengolahan data perusahaan mesin stone crusher memiliki nilai OEE di bawah standar JIPM yaitu sebesar 67%. Nilai tersebut menunjukkan bahwa ada ruang yang besar untuk dilakukannya peningkatan efektivitas. Faktor terbesar yang mempengaruhi rendahnya nilai OEE adalah idling and minor stoppages reduced speed dan equipment failure. Rekomendasi perbaikan yang diusulkan adalah perusahaan dapat menyediakan check sheet untuk kegiatan pemeliharaan rutin mesin stone crusher melakukan pengecekan stok cadangan untuk komponen dan bahan bakar memberikan pelatihan secara berkala kepada operator dan teknisi untuk meningkatkan kemampuan dan keterampilannya dan menghimbau seluruh karyawan untuk berperan aktif dalam menerapkan metode TPM. Dengan penerapan TPM dan rekomendasi perbaikan maka OEE mesin stone crusher di tahun 2021 diharapkan dapat meningkat menjadi 86%.