Skripsi
Gaya bahasa dalam pidato politik optimis Indonesia Maju oleh calon presiden Joko Widodo / Doni Romadhona
Abstrak
Bahasa memiliki peran yang sangat penting dalam kehidupan manusia terutama untuk berkomunikasi. Dalam berbahasa manusia juga dihadapkan dengan gaya bahasa. Gaya bahasa menjadi salah satu cara menilai kemampuan seseorang dalam menggunakan bahasa sebagai sarana komunikasi. Dalam situasi tertentu gaya bahasa juga digunakan sebagai alat menyakinkan atau mempengaruhi pembaca atau pendengar. Saat ini bahasa tidak hanya sebagai alat komunikasi dan interaksi semata tetapi juga dijadikan alat untuk kepentingan politik seperti pidato politik yang disampaikan oleh Calon Presiden Joko Widodo yang berjudul Optimis Indonesia Maju pada masa kampanye pilpres 2019. Berdasarkan uraian tersebut penelitian ini berfokus pada jenis gaya bahasa dan makna gaya bahasa pada pidato politik Optimis Indonesia Maju oleh Calon Presiden Joko Widodo. Metode penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif dengan jenis penelitian deskriptif. Data yang digunakan dalam penelitian ini adalah data verbal berupa kata frasa klausa atau kalimat pada pidato Optimis Indonesia Maju oleh Calon Presiden Joko Widodo yang mengandung jenis gaya bahasa dan makna gaya bahasa. Pengumpulan data penelitian ini terdiri atas (1) mengunduh data berupa video pada kanal Youtube (2) menyimak dan mentranskrip video (3) memilih data yang mengandung gaya bahasa pada transkrip video pidato Optimis Indonesia Maju oleh Calon Presiden Joko Widodo (4) mengidentifikasi dan mengklasifikasian data (5) memasukkan hasil yang diperoleh dalam tabel analisis (6) mendeskripsikan hasil temuan (7) mengecek kembali data (8) menarik kesimpulan. Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa jenis gaya bahasa dalam pidato politik Optimis Indonesia Maju oleh Calon Presiden Joko Widodo dibagi menjadi dua bagian yaitu gaya bahasa berdasarkan struktur kalimat dan gaya bahasa berdasarkan langsung tidaknya makna. Gaya bahasa berdasarkan struktur kalimat terdiri atas repetisi paralelisme klimaks antiklimaks antithesis sedangkan gaya bahasa berdasarkan langsung tidaknya makna terdiri atas gaya bahasa retoris dan gaya bahasa kiasan. Makna gaya bahasa dalam pidato politik Optimis Indonesia Maju oleh Calon Presiden Joko Widodo terbagi atas makna leksikal makna gramatikal dan makna kontekstual. Berdasarkan hasil penelitian ditujukan saran kepada dua pihak meliputi peneliti lain yang mengkaji bidang gaya bahasa dan penulis maupun penutur pidato politik. Peneliti lain yang mengkaji bidang gaya bahasa hendaknya dapat menggunakan penelitian ini sebagai pijakan sehingga pada penelitian selanjutnya akan didapatkan hasil yang lebih maksimal dari penelitian sebelumnya. Penulis dan penutur pidato politik disarankan memperhatikan aspek kebahasaan maupun aspek lain dalam bahasa pidato politik seperti aspek penalaran etika dan materi atau isi untuk memperdalam kajian wacana persuasif. Berkaitan dengan makna gaya bahasa dalam pidato politik hendaknya masalah retorika bahasa mendapat perhatian yang lebih khusus karena penataan bahasa yang baik dan tepat mampu memikat perhatian mempersuasi pendengar dan menjadikan tuturan lebih efektif serta pesan tersampaikan secara tepat dan benar.