Skripsi
Perancangan infografis mitigasi bencana kebakaran hutan dan lahan pada media sosial pemerintah daerah Provinsi Riau / Galih Perwita Rosadha
Abstrak
Mitigasi adalah serangkaian upaya untuk mengurangi risiko bencana baik melalui pembangunan fisik maupun penyadaran dan peningkatan kemampuan menghadapi ancaman bencana. Pemerintah provinsi riau memiliki tugas dalam melakukan mitigasi bencana khususnya dalam masalah kebakaran hutan dan lahan yang selalu terjadi setiap tahunnya. Media konvensional berupa baliho dari pemerintah daerah provinsi riau yang digunakan dalam proses penyebaran informasi di seluruh wilayah provinsi riau dirasa kurang efektif dalam menjangkau target audience yang di tentukan. Oleh karena itu rencana tambahan berupa alih media dengan segmentasi generasi muda pun dilakukan dengan harapan dapat lebih menarik serta merubah stigma yang sudah terbentuk di sesuaikan dengan perkembangan jaman. Dalam penyebarannya media sosial di gunakan sebagai alternatif baru untuk mempercepat ketersampaian informasi meminimalkan biaya operasional serta dapat meningkatkan kuantitas dari penerima informasi. Perancangan infografis digital tentang Kebakaran hutan dan lahan di provinsi riau dilakukan dengan mengadaptasi model AIDA S yang merupakan model perancangan efektif dalam perancangan Iklan Layanan Masyarakat. Proses perancangan dimulai dari tahap perhatian (Attention) menarik perhatian dimaksudkan agar masyarakat mengenali produk yang kita tampilkan lalu masuk ke tahap ketertarikan (Interest) pada tahap ini kita harus melakukan memberikan informasi lebih dalam tentang topik yang di angkat dalam infografis tersebut sehingga masyarakat akan masuk ke tahap berhasrat/niat (Desire) apabila masyarakat sudah memiliki kesamaan pandangan tentang informasi yang dijelaskan mereka akan mengikuti himbauan arahan ataupun pesan dari di pemberi informasi yaitu dalam hal ini pemerintah provinsi riau. Tahap ini merupakan tahap tindakan (Action) diharapkan setelah melakukan Tindakan masyarakat akan masuk ke tahap kepuasan (Satisfaction) yang mana tahap akhir dari model tersebut adalah kerelaan untuk dapat mengikuti setiap produk produk infografis yang di tampilkan oleh pemerintah dan ikut serta dalam proses penyebarannya. Pengumpulan data dilakukan dengan teknik dokumen dan wawancara .Media primer hasil perancangan adalah infografis Statis digital dalam bentuk singles dan series sebagai media informasi dengan tampilan visual yang mampu menarik perhatian generasi muda. Berdasarkan perancangan ini dapat disimpulkan bahwa infografis digital melalui media sosial dapat menjadi salah satu solusi diseminasi informasi yang lebih cepat memiliki jangkauan yang lebih luas dan biaya operasional lebih rendah dari media baliho. Dengan Media Infografis diharapkan mampu memberikan informasi tentang kebakaran di provinsi riau secara jelas terutama bagi warga masyarakat yang berada di daerah yang belum dapat di jangkau menggunakan media konvensional seperti baliho dan poster.