UPT Perpustakaan UM

  • Beranda
  • Informasi
  • Repository UM
  • SIPADU UM
  • OPAC SIPADU

Pencarian Spesifik

Pencarian berdasarkan :

SEMUA Pengarang Subjek ISBN/ISSN Pencarian Spesifik

Pencarian terakhir:

{{tmpObj[k].text}}
No image available for this title

Disertasi

Relasi antarproposisi dalam karangan siswa / Abdul Wahid

Abdul Wahid - Nama Orang;

Abstrak
Karangan merupakan salah satu bentuk wacana tulis. Sebagai wacana tulis karangan apapun jenis dan tujuan komunikatifnya terdiri atas proposisi-proposisi penulis. Proposisi-proposisi yang dihadirkan oleh penulis itu perlu disusun secara runtut logis dan tidak melenceng dari topik pembicaraan. Menyusun proposisi secara runtut berarti menata proposisi-proposisi secara teratur tidak mengalami lompatan-lompotan proposisi sedangkan penyusunan logis berarti proposisi-proposisi itu disusun dengan cara yang dapat diterima akal. Adanya penyusunan proposisi semacam itu dapat membantu pembaca dalam membaca karangan. Pembaca dapat membaca karangan dengan mudah tanpa ada hambatan. Siswa SMP sebagai penulis diharapkan juga mampu menyusun dan menyajikan proposisi-proposisi yang runtut dan logis di dalam bahasa tulis mereka. Walaupun begitu Siswa SMP adalah pebelajar bahasa yang masih dalam proses belajar mengekspresikan proposisi-proposisi secara tertulis. Dengan demikian proposisi-proposisi yang dihadirkan di dalam tulisan mereka lsquo terbuka kemungkinan rsquo untuk menunjukkan relasi proposisi yang logis di satu sisi dan relasi proposisi yang menyimpang di sisi lain. Penelitian ini menelaah relasi antarproposisi dalam karangan siswa SMP yang difokuskan pada dua aspek yakni ragam pemarkah relasi antarproposisi dan pola relasi antarproposisi. Penelitian ini dirancang dengan menggunakan pendekatan kualitatif. Dilihat dari sudut pandang penelitian bahasa penelitian ini dikategorikan sebagai jenis penelitian analisis wacana. Subjek penelitian adalah 94 siswa kelas VIII SMP Negeri 1 Balikpapan Indonesia yang berada pada rentang usia 13 mdash 14 tahun. Metode purposive sampling digunakan untuk memilih subjek penelitian dengan pertimbangan mereka sudah memiliki pengetahuan teori dan pengalaman menulis karangan. Data dalam penelitian ini terdiri atas data ragam pemarkah relasi proposisi dan data pola relasi antarproposisi. Wujud data ragam pemarkah relasi antarproposisi ialah satuan bahasa berupa kata frasa atau klausa yang memiliki peran sebagai pemarkah relasi yang merelasikan antara proposisi satu dengan proposisi lain sedangkan wujud data pola relasi antarproposisi ialah satuan bahasa berupa kalimat-kalimat atau penggalan paragraf yang menunjukkan bentuk penataan proposisi. Sumber data penelitian ini adalah karangan yang ditulis oleh siswa kelas VIII yang terdiri atas tiga kelas yang paralel yaitu kelas VIII.1 VIII.2 dan VIII.3. Teknik pengumpulan data dalam penelitian ini dilakukan dengan menggunakan metode simak setelah karangan sebagai sumber data penelitian terdokumentasi melalui pemberian instruksi penulisan karangan kepada subjek penelitian. Analisis data dalam penelitian ini terdiri atas tiga tahapan yang dilakukan secara intraktif yaitu reduksi data penyajian data dan penarikan simpulan. Penelitian ini menghasilkan dua temuan penelitian yaitu ragam pemarkah relasi antarproposisi dan pola relasi antarproposisi dalam karangan subjek penelitian. Pertama ragam pemarkah relasi antarproposisi dalam karangan subjek penelitian ditemukan terdiri atas pemarkah relasi referensi pemarkah relasi penggantian pemarkah relasi pelesapan pemarkah relasi konjungsi pemarkah relasi pengulangan pemarkah relasi sinonimi pemarkah relasi antonimi pemarkah relasi hiponimi dan pemarkah interpersonal. Proporsi kemuculan ragam pemarkah relasi tersebut dalam karangan subjek penelitian tidak sama pemarkah relasi referensi pemarkah relasi konjungsi dan pemarkah relasi pengulangan dominan muncul daripada pemarkah relasi lain. Pemarkah relasi referensi pemarkah relasi konjungsi pemarkah relasi pengulangan dan pemarkah relasi pelesapan di satu sisi menunjukkan penggunaan yang logis dalam mengaitkan antarproposisi dan di sisi lain memperlihatkan penggunaan yang inkoherensif pada beberapa karangan subjek penelitian. Kedua pola relasi antarproposisi dalam karangan subjek penelitian terdiri atas pola penahapan pola generik mdash spesifik pola masalah mdash solusi pola alasan mdash hasil pola afeksi mdash alasan pola pengarah mdash isi pola induk mdash amplifikasi pola sebab mdash akibat pola dasar mdash kesimpulan pola syarat mdash konsekuensi dan pola negasi mdash induk. Di antara pola relasi tersebut pola induk mdash amplifikasi yang dominan digunakan oleh subjek penelitian daripada pola lainnya. Untuk penggunaan pola penahapan ditemukan bentuk penataan proposisi yang menyimpang (tidak logis) sehingga relasi proposisi menjadi terganggu (inkoheren). Berdasarkan temuan penelitian tersebut ada beberapa saran dan rekemondasi yang diajukan kepada pihak-pihak terkait yaitu siswa guru bahasa penulis buku teks dan peneliti selanjutnya. Saran dan rekomendasi itu dipaparkan pada bagian akhir dari disertasi ini.


Informasi Detail
DDC
Rd 808.0499221 WAH r
Prodi
Universitas Negeri Malang. Program Studi Pendidikan Bahasa Indonesia, 2021.
Deskripsi Fisik
xx, 312 lembar : ilus. ; 30 cm
Bahasa
Indonesia
No Reg
02796/KI/22
Edisi
Desertasi (Pasca sarjana) - Universitas Negeri Malang 2021
Subjek
1. BAHASA INDONESIA - MENULIS
2. BAHASA INDONESIA - PROPOSISI
3. INDONESIAN LANGUAGE - WRITE

Pembimbing
1. Imam Suyitno ; 2. Suyono ; 3. Martutik
Lampiran Berkas
You must be logged in to get fulltext


UPT Perpustakaan UM
  • Berita

Tentang Kami

TIM IT Perpustakaan 2023

Cari

masukkan satu atau lebih kata kunci dari judul, pengarang, atau subjek

Donasi untuk SLiMS

Pilih subjek yang menarik bagi Anda
  • Karya Umum
  • Filsafat
  • Agama
  • Ilmu-ilmu Sosial
  • Bahasa
  • Ilmu-ilmu Murni
  • Ilmu-ilmu Terapan
  • Kesenian, Hiburan, dan Olahraga
  • Kesusastraan
  • Geografi dan Sejarah
Icons made by Freepik from www.flaticon.com
Pencarian Spesifik