Skripsi
Pengaruh model pembelajaran role playing terhadap keaktifan dan hasil belajar siswa di kelas IV Sekolah Dasar Gugus 2 Kecamatan Tambakrejo Kabupaten Bojonegoro / Anisa Fatma Isna Mawarni
Abstrak
Seorang pendidik atau guru seringkali hanya berfokus pada aspek kognitif atau aspek pengetahuannya saja. Pada kenyataannya variasi saat pembelajaran di lapangan masih belum banyak dilakukan. Saat melakukan wawancara secara langsung dengan wali kelas IV di Sekolah Dasar Negeri Sukorejo 2 pada tanggal 2 Januari 2020 didapatkan data bahwa masih sering menggunakan metode konvensional misalnya ceramah diskusi tanya jawab serta penugasan. Untuk itu peneliti menggunakan model pembelajaran Role Playing dikarenakan model pembelajaran Role Playing memiliki kelebihan untuk mengaktifkan siswa melalui permainan peran yang diperankan sehingga siswa akan lebih mudah mengingat bahan pembelajaran. Penggunaan model pembelajaran Role Playing dilaksanakan oleh peneliti menggunakan metode penelitian eksperimen kuantitatif. Penerapan model ini diterapkan pada kelas eksperimen yakni di Sekolah Dasar Negeri Sukorejo 2 sedangkan untuk kelas kontrol yakni di Sekolah Dasar Negeri Jatimulyo 1. Hasil data keaktifan siswa terdapat pada lembar observasi keaktifan siswa. Persentase pada kelas kontrol yakni 74 3% dan meningkat sebesar 76%. Sedangkan pada kelas eksperimen memiliki persentase 70% dan meningkat menjadi 87% setelah pemberian perlakuan dengan model pembelajaran Role Playing. Pada uji hipotesis dengan SPPS 16.0 for windows nilai signifikansi (2-tailed) 938 pada equal variances assumed (diasumsikan varian sama). Berdasarkan hasil uji tersebut dapat disimpulkan bahwa nilai signifiknsi (2-tailed) yang diperoleh 0 05 sehingga Ho diterima dan Ha ditolak. Untuk itu disimpulkan bahwa tidak terdapat pengaruh yang signifikan model pembelajaran Role Playing terhadap keaktifan dan hasil belajar siswa di kelas IV Sekolah Dasar Gugus 2 Kecamatan Tambakrejo Kabupaten Bojonegoro. Manfaat model pembelajaran Role Playing sendiri yaitu mengaktifkan siswa saat pembelajaran dan melatih siswa untuk mengingat bahan materi pembelajaran dengan menyalurkan ide kreatifnya. Disamping memiliki kelebihan model pembelajaran ini juga memiliki kekurangan yakni membutuhkan waktu dan persiapan yang cukup seperti model pembelajaran lainnya model pembelajaran Role Playing tidak dapat diterapkan pada semua bahan ajar. Untuk itu diharapkan pada saat pembelajaran guru selalu memberikan variasi agar siswa dapat mudah menerima bahan ajar.