Skripsi
Pengaruh model problem based learning berbasis pembelajaran virtual terhadap kemampuan berpikir kritis siswapada mata pelajaran geografi / Harska Banu Praksita
Abstrak
RINGKASAN Praksita Harska Banu 2021. Pengaruh Model Problem Based Learning Berbasis Pembelajaran Virtual Terhadap Kemampuan Berpikir Kritis Siswa Pada Mata Pelajaran Geografi. Skripsi. Jurusan Pendidikan Geografi. Fakultas Ilmu Sosial. Univarsitas Negeri Malang. Pembimbing (I) Prof. Dr Sumarmi M.Pd (II) Fatiya Rosyida S.Pd M.Pd. Kata Kunci Problem Based Learning Pembelajaran Virtual Berpikir Kritis Pembelajaran merupakan proses interaksi antara guru dengan siswa siswa dengan siswa dan siswa dengan bahan ajar yang berlangsung dalam situasi edukatif untuk mencapai tujuan tertentu. Kenyataan yang ada di lapangan dalam proses pembelajaran guru lebih aktif dalam mengajar. Hal ini tidak sesuai dengan Kurikulum 2013 yang menekankan bahwa siswa harus lebih aktif dan guru hanya sebagai fasilitator sehingga pembelajaran tidak berpusat pada guru tetapi lebih banyak kepada siswa. Pendekatan yang berpusat pada siswa dalam pembelajaran diasumsikan dapat menimbulkan hasil yang lebih baik hal ini tidak lepas dari pandangan bahwa proses pembelajaran yang benar adalah pembelajaran yang tidak memindahkan informasi atau pengetahuan dari guru kepada siswa tetapi juga menggalakan perkembangan kemampuan siswa. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh model Problem Based Learning berbasis pembelajaran virtual terhadap kemampuan berpikir kritis siswa kelas XI SMA Negeri 1 Giri. Materi yang dipilih pada mata pelajaran geografi adalah bencana non alam untuk kelas XI SMA. Penelitian ini menggunakan eksperimen Quasi Eksperimen atau eksperimen kuasi. Desain yang digunakan adalah Postest Only Control Group Design. Posstest digunakan untuk mengetahui kemampuan berpikir kritis siswa. Desain penelitian ini dibagi menjadi dua kelas yaitu kelas eksperimen dan kelas kontrol. Hasil dari model pembelajaran bahwa adanya pengaruh model Problem Based Learning berbasis Virtual terhadap kemampuan berpikir kritis siswa SMAN 1 Giri Banyuwangi. Hal ini juga dapat dibuktikan dari hasil Uji-t tidak berpasangan yang menunjukkan nilai signifikan kurang dari 0 05 dan nilai rata-rata kelas eksperimen yang lebih besar dari kelas kontrol. Pada kelas eksperimen sebanyak 30 siswa mendapatkan kategori nilai tinggi. Pada kelas eksperimen diberikan perlakuan pembelajaran Problem Based Learning sedangkan pada kelas kontrol diberi perlakuan berupa pembelajaran konvensional dengan menggunakan metode diskusi penugasan dan tanya jawab.