Skripsi
Representasi Sumpah Wadat Bisma Dewabrata Dalam Penciptaan Karya Seni Keramik / Jordan Aldi Darmawan
Abstrak
RINGKASAN Darmawan Jordan Aldi. 2021. Representasi Sumpah Wadat Bisma Dewabrata Dalam Penciptaan Karya Seni Keramik. Skripsi Jurusan Seni dan Desain Fakultas Sastra Universitas Negeri Malang. Pembimbing Dr. Ponimin M.Hum. dan Denik Ristya Rini S.Pd M.Pd. Kata Kunci Bisma Dewabrata representasi Keramik Seni Bisma Dewabrata merupakan salah satu lakon penting dalam kisah wayang Mahabharata. Dalam salah satu kisah terbesarnya Bisma mengucapkan sebuah sumpah dimana kstria manapun tidak ada yang mampu mengucap sumpah suci seperti itu. Sumpah ini dikenal dengan sumpah wadat Bisma Dewabrata. Dalam sumpahnya Bisma berjanji tidak akan menikah selama hidupnya dan manjadi abdi negara untuk selamanya. Sumpah ini diucapkan demi memenuhi syarat dari Dewi Satyawati yang merupakan wanita yang ingin dinikahi oleh ayahanda Bisma. Dari penggambaran sosok Bisma ini menjadi sumber inspirasi dalam penciptaan kali ini. Perupa berusaha merepresentasikan nilai makna yang terkandung dalam sumpah wadat Bisma ke dalam media berkaya seni keramik. Nilai-nilai keteguhan moral dan tanggungjawab yang dibawa Bisma diharapkan dapat menjadi pembelajaran bagi manusia dalam meyikapi tindak kehidupan yang saling mempengaruhi dalam keselarasan alam manusia dan tuhannya. Metode penciptaan seni keramik ini berlandaskan pada metode penciptaan Alma Hawkins dalam I Made Bandem. Tahap pertama meliputi (1) Eksplorasi dalam (2) penggalian (3) perenungan dan (4) pengumpulan data mengenai sosok Bisma serta kajian berkarya seni keramik. Pada tahap kedua meliputi (1) Eksperimentasi dengan (2) eksplorasi bentuk teknik dan bahan sehingga terbentuk konsep berkarya yang diwujudkan dalam bentuk gambar sketsa alternatif sampai terpilih dengan didukung imajinasi dan pengalaman artistik. Tahap ketiga meliputi (1) Perwujudan dilakukan dalam proses pembentukan karya sesuai dengan sketsa yang terpilih (2) Evaluasi hasil karya. Penciptaan ini menghasilkan beberapa karya keramik stoneware tiga dimensi. Terdapat dua teknik dalam proses pembentukannya yaitu teknik pinching dan slabing. Hasil perwujudan visual karyanya dominan memiliki kesan bentuk figuratif manusia dengan kombinasi media lain dalam penyajian karyanya. Dengan penciptaan ini diharapkan dapat menjadi ruang baru bagi masyarakat dan pelaku seni dalam upaya menghubungkan bagaimana seni dapat menjadi media ekspresi dalam menghargai kebudayaan.